Rencana IPO, Widodo Makmur Unggas tekankan pentingnya GCG

Rencana IPO, Widodo Makmur Unggas tekankan pentingnya GCG

Kementerian Pertanian tengah melakukan audit kompartemen bebas avian influenza dan kesehatan hewan di Widodo Makmur Unggas untuk mendapatkan sertifikasi. (ANTARA/HO-WMU)

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan peternakan ayam PT Widodo Makmur Unggas (WMU) menekankan pentingnya tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance atau GCG dalam menjalankan bisnis, terlebih perseroan berencana akan melantai di bursa melalui mekanisme penawaran umum perdana (IPO) dalam waktu dekat.

"Manajemen perusahaan memiliki peranan penting dalam menggerakkan bisnis perusahaan. Apalagi, WMU memiliki target dalam lima tahun ke depan menjadi perusahaan penyedia produk pangan berbasis hewan terbesar, dengan serapan pasar di angka 15 persen," kata Direktur Utama WMU Ali Mas'adi dalam pernyataan di Jakarta, Jumat.

Ali menuturkan, dalam menjalankan perusahaan, pihaknya mengedepankan nilai-nilai perusahaan dan menekankan bahwa setiap bisnis proses harus terlaksana dengan baik dan dievaluasi secara berkala, sehingga tujuan dari perusahaan selalu tercapai.

Baca juga: Rencana IPO, CEO Tokopedia juga ingin "brand" lokal melantai di bursa

Apalagi, lanjut Ali, tantangan terbesar dalam bisnis peternakan terintegrasi ini adalah hubungan antar manusia yang membutuhkan pendekatan dengan baik dan bukan hanya sekedar angka tetapi juga nilai.

Selain memiliki perencanaan untuk pertumbuhan bisnis, perusahaan mempunyai perencanaan terhadap pertumbuhan dari setiap individu maupun tim di dalam perusahaan.

"Perencanaan tersebut meliputi berbagai hal guna menunjang peningkatan kapasitas. Adapun saat ini serapan tenaga kerja lokal perseroan lebih dari 50 persen,"

Ia menambahkan, perseroan menciptakan operasional terstandarisasi berdasarkan kekuatan riset dan pengembangan dalam menentukan formula dan teknologi pakan terbaik, teknologi tata laksana peternakan, menerapkan bio-security dengan ketat dan memperhatikan kesejahteraan hewan di peternakan.

Baca juga: Wamen BUMN: SWF Indonesia lebih besar dari Temasek jika BUMN IPO

Sebagai perusahaan peternakan ayam, WMU memiliki unit usaha pembibitan, penetasan, budidaya ayam broiler dan rumah pemotongan ayam internal yang dikelola dengan Standard Operational Procedur (SOP) sesuai dengan kaidah peternakan modern.

Untuk memperluas jaringan pasar dan distribusi di 150 kota/kabupaten se-Indonesia, beberapa waktu lalu WMU menggandeng PT Retail Komoditas Nusantara (Agretail.id) yang dinilai memiliki rekam jejak yang baik dalam membangun petani serta peternak hebat yang berekonomi kuat melalui teknologi

WMU juga menandatangani nota kerja sama dan surat perintah kerja dengan afiliasi Fuji Electric Group asal Jepang untuk membangun pabrik pakan di Ngawi senilai Rp650 miliar. Adapun kapasitas produksi pabrik sebanyak 140 ton per jam.

Pembangunan pabrik bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pakan unggas WMU. Inisiasi-inisiasi strategis akan terus dilakukan oleh WMU untuk memperkuat posisinya di industri unggas nasional.

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Survei IP0 : 42 persen responden ingin reshuffle menteri

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar