Soal protokol COVID-19 di bioskop, IAKMI: Butuh evaluasi independen

Soal protokol COVID-19 di bioskop, IAKMI: Butuh evaluasi independen

Stiker bertuliskan "Ditutup Sementara" dipasang oleh petugas Satpol PP di pintu masuk bioskop di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan dalam rangka pencegahan penularan COVID-19, Senin (23/3/2020). (FOTO ANTARA/HO-Kominfotik Jakarta Selatan)

Evaluasi sangat penting untuk memastikan seluruh protokol COVID-19 berjalan dengan baik sehingga tidak ada kelompok atau klaster penularan COVID-19 dari penonton bioskop
Jakarta (ANTARA) - Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) DKI Jakarta Baequni mengatakan perlu evaluasi independen terkait penerapan protokol kesehatan di bioskop untuk mencegah penularan COVID-19.

"Semoga sudah cukup baik protokolnya, akan tetapi adakah evaluasi dari pihak ketiga untuk melihat secara obyektif apakah semua protokol ini betul betul dilaksanakan itu juga penting," katanya kepada ANTARA, di Jakarta, Minggu.

Baequni mengkhawatirkan jika tidak ada evaluasi maka protokol COVID-19 tidak dilaksanakan dengan baik di lapangan.

Menurut dia kegiatan evaluasi harus dilakukan oleh pihak ketiga, bisa dari pihak pemerintah atau independen.

"Evaluasi sangat penting untuk memastikan seluruh protokol COVID-19 berjalan dengan baik sehingga tidak ada kelompok atau klaster penularan COVID-19 dari penonton bioskop," kata Baequni.

Baca juga: Cegah COVID-19, perhatikan desinfeksi-ventilasi udara bioskop

Baca juga: Gugus Tugas COVID-19 diminta pantau protokol kesehatan di bioskop


Baca juga: Menparekraf imbau pengelola bioskop ketat terapkan protokol kesehatan

Dihubungi secara terpisah, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH mengatakan pihaknya telah meminta Pemerintah Provinsi DKI untuk menunda pembukaan bioskop sampai dengan waktu yang belum dapat ditetapkan dalam rangka mencegah penularan COVID-19.

Menurut dia, tanggung jawab masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan sampai saat ini masih kurang.

"Siapa yang bisa mengawasi bahwa protokol ini bisa dilaksanakan secara konsisten? Sedangkan angka COVID-19 masih terus naik," katanya.

Penerapan protokol COVID-19 di bioskop-bioskop harus dievaluasi berkala, dan ada pihak ketiga yang melakukannya secara diam-diam (silent), demikian Ari Fahrial Syam.

Baca juga: IAKMI: masyarakat abai protokol COVID-19 berpotensi gelombang kedua

Baca juga: IAKMI DKI dorong penyiapan rumah karantina di tingkat RW

Baca juga: IAKMI dorong pemerintah perkuat promotif-preventif tangani COVID-19

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pesan Wali Kota Sutiaji saat terkonfirmasi positif COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar