Laporan dari China

137 OTG teridentifikasi positif COVID-19 di Xinjiang

137 OTG teridentifikasi positif COVID-19 di Xinjiang

Perangkat masyarakat bersiap mengantarkan barang kebutuhan sehari-hari di permukiman Xihebaqianjie di Distrik Tianshan di Urumqi, Daerah Otonom Uighur Xinjiang, China barat laut, Senin (3/8/2020). Menggunakan sepeda sederhana dan sepeda listrik, perangkat masyarakat di Urumqi membentuk sebuah tim layanan untuk mengantarkan barang kebutuhan sehari-hari serta obat-obatan bagi warga di tengah langkah pencegahan dan pengendalian COVID-19. ANTARA FOTO/Xinhua/Zhao GE/pras.

Fuzhou (ANTARA) - Sedikitnya 137 orang tanpa gejala teridentifikasi positif COVID-19 di Daerah Otonomi Xinjiang pada Minggu (25/10) malam.

Semua kasus OTG positif tersebut berasal dari Kota Kashgar di sebelah barat daya Ibu Kota Xinjiang di Urumqi.

Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) segera mengirimkan satuan tugas khusus ke wilayah tersebut untuk melakukan tindakan pengendalian, demikian media setempat, Senin.

Kasus tersebut pertama kali ditemukan pada gadis desa berusia 17 tahun setelah mengikuti tes asam nukleat (tes usap) rutin pada Sabtu (24/10).

Baca juga: Tsinghua University luncurkan mobil lab COVID-19 berbasis 5G
Baca juga: Lembaga Brazil impor vaksin COVID-19 China yang ditolak Bolsonaro


Ternyata kasus terkait dengan salah satu pabrik di wilayah Shufu, Kashgar, tempat orang tua gadis itu bekerja, seperti diungkapkan Wakil Direktur Komisi Kesehatan Xinjiang Gu Yingsu.

Gadis itu dikarantina di rumah sakit rujukan di Kota Kashgar.

Atas munculnya kasus tersebut, NHC akan melakukan tes usap kepada 4,75 juta jiwa warga Kashgar, termasuk 245 ribu jiwa warga yang tinggal di Shufu.

Hingga Sabtu (24/10) di China terdapat 85.790 kasus positif, termasuk 265 pasien yang masih dirawat. Dari jumlah pasien dirawat itu terdapat tiga di antaranya dalam kondisi kritis.

Sebanyak 80.891 pasien sudah meninggalkan rumah sakit setelah dinyatakan sembuh dan 4.634 orang meninggal dunia di China akibat serangan wabah corona jenis baru itu sejak akhir 2019, demikian data NHC. 

Baca juga: Peneliti China prediksi puncak pandemi global setelah dua pekan
Baca juga: Korea Utara: "debu kuning" dari China mungkin sebarkan COVID-19

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar