Wakil Ketua MPR: Saatnya pemuda membangun usaha berbasis digital

Wakil Ketua MPR: Saatnya pemuda membangun usaha berbasis digital

Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.

Data menunjukkan bahwa UMKM-lah yang menyerap 97 persen total tenaga kerja dan 99 persen lapangan kerja.
Jakarta (ANTARA) -
Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan kembali menyatakan sudah saatnya pemuda membangun usaha digital, apalagi dalam situasi pandemi COVID-19.
 
Syarief Hasan dalam rilisnya diterima di Jakarta, Selasa, mengatakan hal itu dalam kuliah umum bertema Building Entrepreneurship Innovation to be a Great Digitalpreneur yang diselenggarakan oleh Ilmu Administrasi Bisnis Universitas Negeri Makassar (UNM) dan dihadiri lebih dari 1.000 peserta berbagai kalangan
 
"Pentingnya menumbuhkembangkan jiwa entrepreneurship berbasis digital pada masa pandemi COVID-19," katanya.

Baca juga: MPR: Semangat bela negara jadi modal atasi krisis akibat pandemi
 
Dalam kegiatan tersebut, Syarief Hasan memberikan gambaran pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terancam resesi.
 
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal II, kata dia, telah terkontraksi hingga minus 5,32 persen. Hal ini berpotensi resesi menimpa Indonesia.

"UMKM-lah yang paling berperan penting untuk menyelamatkan ekonomi Indonesia," katanya.
 
Selain menyebabkan banyak kasus positif dan meninggal dunia, lanjut dia, pandemi COVID-19 juga menyebabkan jatuhnya ekonomi Indonesia.
 
"Kita bisa melihat indikator lain, yakni makin banyaknya pengangguran akibat PHK besar-besaran dan melejitnya angka kemiskinan mencapai 26,4 juta rakyat, tertinggi sejak 2017," ucap Syarief.
 
Mantan Menteri Koperasi dan UMKM pada masa SBY itu pun menilai bahwa solusi paling tepat untuk menguatkan kembali ekonomi Indonesia adalah dengan membangun budaya berwirausaha.

Baca juga: MPR dorong pemerintah terus tingkatkan strategi pertumbuhan investasi
 
"Data menunjukkan bahwa UMKM-lah yang menyerap 97 persen total tenaga kerja dan 99 persen lapangan kerja. Menumbuhkan UMKM sama artinya menjaga rakyat dapat tetap bekerja," katanya menerangkan.
 
Ia pun mendorong para peserta kuliah umum yang didominasi mahasiswa dan akademisi UNM agar memanfaatkan digital sebagai ruang baru untuk membangun usaha.
 
"Sebanyak 64 persen masyarakat Indonesia melek internet dan 60 persen masyarakat telah menggunakan media sosial. Opportunity ini harus dimanfaatkan oleh anak muda Indonesia," kata Syarief.
 
Politikus yang juga aktif sebagai pengusaha ini juga memberikan motivasi kepada para pemuda untuk membangun usaha.

Media sosial, kata dia, sudah makin mudah untuk memasarkan produk, apalagi masyarakat juga sudah terbiasa belanja dalam jaringan sejak pandemi.
 
"Harusnya peluang-peluang ini menjadi batu loncatan anak muda untuk berkembang pesat. Kuncinya adalah try and try again dan yakinlah Anda bisa," kata Syarief Hasan.

Baca juga: Pelatihan e-commerce perluas pasar produk UMKM Magelang
 
Sebagai penyelenggara kegiatan, Prodi Ilmu Administrasi Bisnis UNM sangat mengapresiasi materi dari Syarief Hasan.
 
"Materi yang disampaikan oleh Wakil Ketua MPR RI akan menjadi motivasi anak-anak kami untuk membangun usaha sejak dini. Apalagi, keilmuan kami memang concern dengan dunia bisnis," kata Ketua Prodi Administrasi Bisnis UNM Dr. Andi Aslinda.
 
Andi Aslinda berharap agar kegiatan seperti itu tidak berhenti, kuliah umum yang menghadirkan pakar-pakar terus berjalan di kampus tersebut.
 
Dengan demikian, kata Andi, Prodi Administrasi Bisnis UNM dapat menjadi episentrum lahirnya pengusaha-pengusaha muda yang berkontribusi terhadap ekonomi Indonesia, seperti pesan Syarief Hasan.

Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Jazilul Fawaid: Target pertumbuhan ekonomi butuh perombakan kebijakan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar