Jakarta (ANTARA News) - Kementerian BUMN memperkirakan kapitalisasi pasar 16 BUMN terbuka di Bursa Efek Indonesia (BEI) bisa mencapai 30 persen.

"Hingga akhir tahun ini (2010), BUMN diharapkan bisa menguasai hampir sepertiga `market capitalization` bursa saham," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar, saat paparan Peran BUMN Dalam Mendukung Perekonomian, di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat.

Menurut Mustafa, peningkatan kapitalisasi pasar akan didorong penambahan dua BUMN yang "go public" yaitu PT Bank BTN dan PT Pembangunan Perumahan.

Ia mencontohkan, dalam BTN memberikan tingkat pengembalian yang tinggi, dari Rp800 per saham saat IPO akhir 2009, menjadi Rp1.450 per saham pada perdagangan 8 April 2010.

Adapun kapitalisasi pasar BUMN publik per 7 April 2010 berada pada kisaran 29,7 persen, atau senilai Rp672 triliun.

Kapitalisasi pasar tersebut meningkat dibanding kapitalisasi tahun 2009 sebesar Rp647 triliun, dan Rp352 triliun pada 2008.

Sepuluh BUMN publik berkapitalisasi pasar terbesar berturut-turut yaitu PT Telkom, PT Bank Mandiri, PT Bank BRI, PT Perusahaan Gas Negara, PT Semen Gresik, PT Batubara Bukit Asam, PT Bank BNI, PT Aneka Tambang, PT Bank Tabungan Negara, dan PT Jasa Marga.

Menurut Mustafa, BUMN selama ini berhasil menarik basis investor yang berkualitas dan kuat, sehingga dalam kondisi krisis ekonomi nilai kapitalisasi BUMN tidak lebih rendah dibandingkan saat IPO.

Namun, selain IPO, Kementerian BUMN juga melakukan program "rightsizing", pembentukan induk perusahaan (holding), dan pembentukan perusahaan investasi BUMN.

Pada kesempatan itu, Mustafa menuturkan, kontribusi BUMN kepada pemerintah dari tahun ke tahun terus melonjak.

Dalam tiga tahun terakhir setoran BUMN dalam bentuk pajak dan dividen dapat dipertahankan di atas Rp100 triliun.
(R017/R009)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010