Ada tujuh lagi, santri positif di Cianjur-Jabar bertambah 44 orang

Ada tujuh lagi,  santri positif di Cianjur-Jabar bertambah 44 orang

Juru Bicara Pusat Informasi dan Kordinasi COVID-19 Kabupaten Cianjur, Jabar, dr Yusman Faisal. (FOTO ANTARA/Ahmad Fikri)

Kami akan melakukan tes masif terhadap ratusan santri yang ada di ponpes tersebut, setelah tujuh orang dinyatakan positif COVID-19 berdasarkan hasil tes usap, sehingga saat ini santri yang positif COVID-19 di Cianjur menjadi 44 orang dari tiga ponpes
Cianjur, Jabar (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabuaten Cianjur, Jawa Barat, kembali menemukan tujuh orang santri positif OVID-19 di pondok pesantren (ponpes) Kecamatan Karangtengah, sehingga jumlah santri yang positif berdasarkan hasil tes usap bertambah menjadi 44 orang, dari tiga ponpes yang terdapat di daerah itu.

"Kami akan melakukan tes masif terhadap ratusan santri yang ada di ponpes tersebut, setelah tujuh orang dinyatakan positif COVID-19 berdasarkan hasil tes usap, sehingga saat ini santri yang positif COVID-19 di Cianjur menjadi 44 orang dari tiga ponpes," kata Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Cianjur, dr Yusman Faisal saat dihubungi di Cianjur, Kamis.

Ia merinci, dari 44 orang santri tersebut, 35 orang santri di Kecamatan Cugenang, dua orang santri di Kecamatan Cipanas dan tujuh orang santri di Kecamatan Karangtengah.

Puluhan santri positif tersebut, kata dua, saat ini menjalani isolasi di asrama ponpesnya masing-masing, di bawah penanganan tim Gugus Tugas dan dari pusat layanan kesehatan setempat.

Pihaknya akan menggelar tes masif di sejumlah ponpes yang sudah menggelar proses belajar mengajar seperti biasa atau tatap muka, sebagai upaya deteksi dini dan upaya cepat memutus rantai penyebaran dengan melakukan penelusuran.

"Untuk kasus di ponpes Karangtengah, tim Gugus Tugas langsung melakukan penelurusan dan melakukan tes cepat dan usap terhadap ratusan santri yang ada di ponpes tersebut. Kami lebih menggencarkan tes masif agar upaya penanganan cepat, deteksi dini dan penangulangan dapat segera dilakukan," katanya.

Pihaknya mengimbau pengurus ponpes di Cianjur untuk lebih meningkatkan upaya memutus rantai penyebaran dengan menerapkan protokol kesehatan ketat dan segera melapor ke Satgas COVID-19 jika mendapati santrinya yang mengalami gejala COVID-19 sehingga dapat langsung dilakukan tindakan.

"Sebagian besar menjalani karantina di asrama yang ada di ponpes. Untuk mencegah hal yang sama, kami akan menjemput bola dengan cara melakukan tes masi di masing-masing ponpes yang sudah kembali menggelar proses belajar mengajar secara tatap muka," kata Yusman Faisal.

Sebelumnya Dinkes Kabupaten Cianjur, menemukan klaster ponpes pertama di dua ponpes di Kecamatan Cugenang dan Cipanas, dengan total santri yang dinyatakan positif COVID-19 berdasarkan hasil tes usap sebanyak 37 orang dengan rincian 35 orang santri di Kecamatan Cugenang dan dua orang santri di Kecamatan Cipanas.

Baca juga: Sedikitnya 37 santri di dua ponpes di Cianjur positif COVID-19

Baca juga: Satgas COVID-19 Cianjur lakukan tes cepat terhadap puluhan wisatawan

Baca juga: Dinkes Cianjur mencatat selama pandemi 40 orang tenaga medis terpapar

Pewarta: Ahmad Fikri
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menhub resmikan reaktivasi jalur KA Ciranjang-Cipatat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar