Gorontalo (ANTARA News) - Pendidikan Jurnalistik, tidak hanya bisa diterapkan pada jejang pendidikan tinggi saja, namun perlu diterapkan sejak di bangku sekolah dasar.

Hal itu dikemukakan Zulkifli Lubis, salah seorang juri pada lomba mengarang dan menyusun reportase tingkat SD, pada ajang Lomba dan Festival Seni Siswa Nasional tingkat Provinsi Gorontalo, Kamis.

"Semakin dini kita memperkenalkan jurnalisme pada siswa SD, maka semakin baik pula tingkat pemahaman mereka tentang cara kerja media," Kata Akademisi di Fakultas Sastra dan Budaya (FSB) Universitas Negeri Gorontalo itu.

Hal ini menurutnya sangat penting, karena bagaimanapun dalam kehidupan di era sekarang ini, seseorang tidak bisa dilepaskan lagi dengan informasi yang diterimanya dari berbagai macam media, cetak maupun eletronik.

"Pendidikan jurnalisme juga dapat mengasah kemampuan menulis siswa sejak dini, menambah pengetahuan mereka secara gamblang tentang segala sendi kehidupan ," ujarnya.

Lomba yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan , Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Provinsi Gorontalo itu,digelar di obyek wisata "Pentadio Resort" Kabupaten Gorontalo, dan diikuti oleh enam siswa dan siswi perwakilan dari masing-masing kabupaten dan kota setempat.

Sebelum menuliskan laporannya, para siswa tersebut di wajibkan memawawancarai siapa saja yang mereka temukan di sekitar obyek wisata yang terletak di tepi danau Limboto itu.

Dalam laporan mereka yang berbentuk mirip karangan khas jurnalistik itu, ada yang menuliskan suka duka pengelola obyek wisata itu, mulai penjaga keamanan hingga petugas layanan kebersihan hingga kisah pedagang kaki lima yang mengais rezeki tidak menentu, tergantung dari banyak tidaknya pengunjung.

Dari hasil penilaian tim dewan juri, akhirya ditetapkan bahwa Nurul Saadiyah Tilahunga,siswi kelas IV SD utusan dari Kabupaten Bone Bolango, ebagai peserta terbaik pertama, dan berhak mengikuti ajang serupa di tingkat nasional, pada bulan Juni 2010 mendatang.
(T.KR-SHS/M031/R009)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010