London (ANTARA News) - KBRI London siap mendampingi tenaga kerja wanita dalam sidang pengadilan perburuhan yang kembali akan digelar di Court no 10 Central London Employment Tribunal Victoria House Kingsway London, Jumat.

Yoyoh (39) Binti Salim Udin asal Jawa Barat, bekerja sebagai pembantu rumah tangga di London mencoba bunuh diri dengan meminum racun mengajukan majikannya ke pengadilan yang memperlakukan dia seperti budak.

KBRI memiliki kepedulian terhadap WNI di Inggris dan Irlandia bahkan saat terjadinya pembatalan penerbangan karena adanya valcano krisis, ujar Councellor Protokol dan Konsuler KBRI London Dwiky Miftach kepada koresponden Antara London, Kamis.

Menurut Dwiky, sejak April tahun lalu KBRI London juga sempat menemani Yoyoh saat berada di rumah sakit di Chelsea dan Westminster Hospital, London.

Saat itu kondisi Yoyoh memang cukup parah, ujarnya menambahkan sayangnya saat keluar dari rumah sakit yang bersangkutan tidak menghubungi KBRI.

Dikatakannya KBRI tentu akan memperhatikan perkembangan kasusnya dan juga akan hadir dalam persidangan Jumat.

Diharapkannya Yoyoh akan mendapat keputusan yang adil dan juga mendapatkan kompensasi atas kerugian materi maupun non materi.

Yoyoh menjadi tenaga kerja wanita Indonesia yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di keluarga Firas Pasha dan istrinya, Lina Chamsi, di Kensington di London yang hanya dibayar lima poundsterling sekitar Rp 75.000 per hari.

Dalam persidangan sebelumnya Yoyoh mengungkapkan, ia pernah digeledah setelah dituduh mencuri anting-anting milik keluarga itu, lalu dikunci di dalam flat.

Yoyoh menggugat majikannya dan mengadukan bahwa mereka telah melakukan diskriminasi, pemecatan, tidak membayar upahnya.

Sementara pembela keluarga itu, Jonathan Goldberg, mengatakan Yoyoh tidak pernah diperlakukan seperti budak. Ia malah dibelikan barang mewah, seperti pelembab tubuh, oleh majikannya. "Ini bukan cara memperlakukan budak, bukan ?" kata Goldberg.

Yoyoh tiba di London untuk bekerja di flat lima kamar milik keluarga Pasha di Portland Place pada musim gugur 2004. (ZG/K004)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010