London (ANTARA News) - Tujuh anak komodo di kebun binatang Miroslav Bobek, Praha mendapat nama khas Indonesia masing masing Abang, Putra, Raka untuk tiga anak komodo jantan, sementara empat betina bernama Ayu, Gadis, Galuh dan Nona.

Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Praha, Azis Nurwahyudi, kepada ANTARA di London, Selasa, mengatakan nama-nama itu adalah sebutan pemuda dan pemudi berbagai daerah di Indonesia dan menjadi simbol persahabatan Indonesia - Ceko.

Menurut Azis, kebun binatang Praha sebelumnya berkonsultasi dengan KBRI Praha mengenai nama yang tepat, dan akhirnya dari sejumlah alternatif yang diberikan, mereka memilih ketujuh nama itu.

Direktur Kebun Binatang Praha, Miroslav Bobek, menyatakan kegembiraannya dengan pemberian nama khas Indonesia itu karena mengingatkan asal-usul binatang tersebut.

Bobek mengakui tidak mudah memilih nama karena akan disandang seumur hidup, sementara seorang warga Indonesia yang menghadiri acara tersebut, Teddy Sunardi, memuji ide memberikan nama Indonesia kepada komodo-komodo itu.

Pemilihan nama yang sederhana namun bermakna itu menurutnya juga mudah diingat anak anak kecil dan warga Ceko.

Kebun Binatang Praha memecahkan rekor di Eropa daratan karena satu-satunya kebun binatang yang mampu mengembangbiakkan komodo di luar habitat aslinya, Indonesia.

Hadiah Megawati

Pada 2007, sepasang komodo yang dihadiahkan Presiden Megawati Sukarnoputri pada 2004 itu melahirkan tiga ekor, disusul tahun lalu melahirkan tujuh anak

Ahli reptil yang bekerja di Kebun Binatang Praha, Petr Velensky, berhasil menerapkan metode baru pengembangbiakkan Komodo, dimana binatang itu dapat hidup seperti di tempat asalnya, yakni di Indonesia.

Di kebun binatang Praha terdapat paviliun Indonesia dengan suasana tropis yang dihuni berbagai binatang dari daerah tropis. Saat ini tercatat di seluruh Eropa ada 42 ekor komodo di 12 kebun binatang.

Acara pemberian nama komodo tersebut dihadiri ratusan pengunjung yang memadati depan Paviliun Kura-Kura.

Untuk memeriahkan acara, KBRI Praha juga mementaskan tari Kayau dari Kalimantan dan tari Condong dari Bali yang ditampilkan Sanggar tari Sekar Melati, serta suguhan aneka makanan khas Indonesia, demikian Azis Nurwahyudi.

H-ZG/T010/AR09

Pewarta:
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2010