Tambah dua, pasien COVID-19 meninggal di Garut-Jabar naik 25 orang

Tambah dua, pasien COVID-19 meninggal di Garut-Jabar naik 25 orang

Humas Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan COVID-19 Kabupaten Garut, Jabar, Yeni Yunita. (FOTO ANTARA/HO-Diskominfo Garut)

Dilaporkan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 yang meninggal dunia di Garut sebanyak dua orang, yaitu perempuan usia 75 tahun dari Kecamatan Wanaraja dan laki-laki usia 55 tahun dari Kecamatan Tarogong Kidul
Garut, Jabar (ANTARA) - Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan COVID-19 Kabupaten Garut, Jawa Barat  menyebutkan ada penambahan kasus meninggal dunia pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di daerah itu, yaitu dua pasien lanjut usia sehingga total kasus meninggal secara akumulasi sebanyak 25 orang.

"Dilaporkan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 yang meninggal dunia di Garut sebanyak dua orang, yaitu perempuan usia 75 tahun dari Kecamatan Wanaraja dan laki-laki usia 55 tahun dari Kecamatan Tarogong Kidul," kata Humas Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan COVID-19 Garut Yeni Yunita di Garut, Selasa.

Ia menjelaskan pandemi COVID-19 di Garut masih terjadi, bahkan setiap hari ditemukan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 berdasarkan hasil pemeriksaan tes usap.

Laporan terakhir, kata dia, berdasarkan hasil tes usap di laboratorium RSUD dr Slamet Garut sebanyak 17 orang dan satu kasus ditemukan di fasilitas pelayanan rumah sakit lain di Garut.

Secara akumulasi, kata Yeni, kasus terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 1.272 kasus, terdiri dari 541 kasus menjalani perawatan medis di rumah sakit, 706 orang dinyatakan sembuh, dan 25 orang meninggal dunia.

"Konfirmasi positif 1.272 kasus, 541 kasus isolasi di rumah sakit, 706 kasus sembuh, dan 25 kasus meninggal," katanya.

Ia mengatakan bahwa tim Gugus Tugas terus melakukan penelusuran dan tes usap terhadap warga yang pernah kontak erat dengan pasien positif COVID-19 maupun orang yang memiliki risiko tinggi terpapar virus tersebut.

Menurut dia kasus penularan COVID-19 di klaster keluarga masih terjadi cukup tinggi sehingga harus diwaspadai karena penularannya cepat terjadi dari satu anggota keluarga pada anggota keluarga yang lainnya.

"Oleh karena itu, upaya pencegahan menjadi sangat penting, dengan menumbuhkan kesadaran dan kewaspadaan di dalam keluarga itu sendiri," demikiian Yeni Yunita.

Baca juga: Dua orang status PDP COVID-19 di Garut meninggal dunia

Baca juga: Di Lapas Garut-Jabar, 11 warga binaan terkonfirmasi positif COVID-19

Baca juga: Tujuh kecamatan di Garut-Jabar masuk zona merah, sebut GTPP

Baca juga: Polisi bubarkan kumpulan pemain game online di Garut


 

Pewarta: Feri Purnama
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pemkot Ambon gencarkan operasi yustisi siang malam

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar