Dua ahli pediatrik kawal pengujian vaksin percepat penanganan COVID-19

Dua ahli pediatrik kawal pengujian vaksin percepat penanganan COVID-19

Petugas medis memeriksa kesehatan relawan sebelum di vaksin pada simulasi vaksinasi COVID-19 di Puskesamas Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/11/2020). Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengatakan, pemerintah menargetkan imunisasi COVID-19 akan diberikan kepada 67 persen dari 160 juta penduduk berusia 18-59 tahun atau sebanyak 107,2 juta orang, pemberian vaksinasi akan dilakukan melalui skema vaksin program dan vaksin mandiri. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/hp. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

Jakarta (ANTARA) - Dua pakar atau profesor pediatrik yakni Prof. Dr. dr. Sri Rezeki Hadinegoro dan Prof. Dr. Kusnandi Rusmil, dr., Sp.A(K), M.M. dilibatkan untuk turut serta mengawal proses pengembangan dan pengujian vaksin COVID-19 dalam upaya penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

Prof. Dr. dr. Sri Rezeki Hadinegoro, Rabu, mengatakan perlu upaya percepatan dan penyuksesan persiapan pengadaan vaksin COVID-19 sebagai salah satu upaya Pemerintah melalui Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) dalam menangani pandemi dan pemulihan ekonomi Indonesia.

“Vaksin menjadi prioritas utama pemerintah melalui KPCPEN untuk memutus mata rantai penyebaran dan penanganan kasus COVID-19 di Indonesia,” katanya.

Baca juga: Proses pengembangan Vaksin Merah Putih dipercepat, produksi akhir 2021

Prof Sri yang juga Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Universitas Indonesia ini ditunjuk bersama Prof. Kusnandi Rusmil sebagai tenaga ahli untuk mengawal proses pengembangan vaksin.

Sebelumnya KPCPEN mengambil langkah strategis dengan menggandeng Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Tim Riset Uji Klinis Vaksin COVID-19. Tindakan ini dilakukan sebagai wujud keseriusan pemerintah untuk mempercepat persiapan vaksin COVID-19.

Dalam mengembangkan vaksin COVID-19, tingkat keamanan dan keefektifan menjadi faktor penting yang harus dijaga ketat.

Di balik misi penting ini, Prof. Sri Rezeki dan Prof. Kusnandi Rusmil adalah dua tokoh ahli yang memiliki andil besar dalam mengawal proses pengembangan dan uji klinis vaksin COVID-19 untuk mendapatkan hasil yang aman, berkhasiat, dan bermutu tinggi.

Prof. Sri Rezeki merupakan salah satu tokoh yang memperjuangkan imunisasi di Indonesia, perempuan yang lahir di Solo, 3 Mei 1946 itu mulai akrab dengan vaksin sejak dirinya bergelut dengan penyakit infeksi pada anak-anak ketika bertugas di RS Cipto Mangunkusumo.

Baca juga: Presiden perkirakan pemberian vaksin COVID-19 pada Desember

Sejak awal, menyadari bahwa permasalahan kesehatan anak yang dihadapi negara cukup besar. Kesadaran tentang betapa pentingnya vaksin semakin terpupuk setelah dirinya merintis program "Karang Balita", yang kemudian bertransformasi menjadi Posyandu.

Bagi Prof. Sri, vaksinasi atau imunisasi merupakan standar kesejahteraan sebuah negara. Cakupan vaksinasi yang luas dapat memberi gambaran sejauh mana kemajuan suatu negara, baik secara ekonomi maupun sosial.

"Jadi, kalau mau melihat standar sejahteranya satu negara, imunisasi adalah salah satu indikatornya. Selain itu, ada dua aspek dasar yang harus dipenuhi negara dalam upaya pencegahan penyakit yakni air bersih yang merata dan imunisasi. Saat dua hal ini bisa disediakan oleh negara, maka 70 persen masalah kesehatan terkait infeksi dapat diatasi,” katanya.

Berkat perjuangannya dalam memajukan imunisasi di Indonesia, Prof. Sri Rezeki didapuk sebagai Ketua Satgas Imunisasi IDAI dan hingga saat ini sebagai Ketua Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).

Sementara itu, Prof. Kusnandi yang juga Ketua Tim Uji Klinis Vaksin COVID-19 sampai saat ini secara rutin memberikan keterangan terkait perkembangan uji klinis kandidat vaksin COVID-19.

Prof. Kusnandi memiliki peran yang cukup signifikan dalam bidang pengujian klinis vaksin di Indonesia. Sebagai BUMN spesialis vaksin, PT Bio Farma, kerap menggandeng Kusnandi dalam persiapan produksi berbagai macam vaksin sebelum didistribusikan ke masyarakat.

Hasilnya, nyaris seluruh produk vaksin yang dikembangkan Bio Farma merupakan buah karya keilmuan Prof. Kusnandi.

"Imunisasi merupakan hal penting yang harus terus diperjuangkan pemerintah Indonesia untuk mencegah berbagai penyakit infeksi yang menjangkit anak-anak atau masyarakat usia dewasa. Terkait hal tersebut, kita harus bekerja keras. Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) juga harus bekerja keras agar cakupan imunisasi di Indonesia meningkat. Karena penyakit yang kerap mewabah itu dapat dicegah dengan imunisasi,” ujar Prof. Kusnandi.

Baca juga: Pemerintah lakukan simulasi vaksin COVID-19 agar pelaksanaannya akurat
Baca juga: Presiden Jokowi berharap banyak masyarakat ikut vaksinasi COVID-19
Baca juga: Presiden Jokowi siap jadi penerima pertama vaksin COVID-19

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Distribusi dan pemakaian vaksin di Kendari dan Pekanbaru

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar