Banda Aceh (ANTARA News) - Ratusan masyarakat dan mahasiswa di Aceh mengelar aksi damai ke kantor PT PLN setempat dengan menyalakan ratusan lilin di pagar dan papan nama perusahaan milik negara tersebut sebagai wujud kekecewaan terhadap buruknya pelayanan listrik di daerah tersebut.

Wartawan di Banda Aceh, Kamis malam melaporkan, aksi yang dimulai sekitar pukul 20.30 WIB dari taman Ratu Safiatuddin menuju kantor PT PLN Aceh di jalan T Nyak Arief itu sempat memacetkan arus lalulintas.

Ratusan pendemo yang dikawal ketat oleh aparat kepolisian setempat melakukan longmarch dengan membawa lilin dan obor.

Mereka juga mengusung sejumlah spanduk bertulis Aceh negeri lilin dan membagi-bagikan ratusan lilin bagi pengguna jalan di ibukota Provinsi Aceh itu.

Aksi gugat PT PLN tersebut, menuntut perusahaan milik negara itu, untuk menghentikan pemadaman bergilir yang saat ini masih berlangsung di daerah paling barat pulau sumatera.

"PT PLN harus menghentikan pemadaman bergilir dan menormalkan kembali arus listrik di daerah berpenduduk sekitar 4,6 juta jiwa ini," kata Oriza Keumla, salah seorang aksi.

Mereka juga meminta perusahaan itu untuk bertanggungjawab dan memberikan kompensasi terhadap kerugian yang ditimbulkan dari pemadaman bergilir tersebut.

"Aceh banyak sumber daya alam, tapi kenapa Aceh masih belum `merdeka` dari listrik," katanya dengan nada kesal.

Mereka juga meminta Pemerintah Aceh ikut bertanggungjawab dalam mencari solusi agar daerah tersebut dapat keluar dari krisis listrik.

Selain itu, Koalisi NGO HAM Zulfikar Muhammad mengatakan, pihaknya juga akan melakukan "class Action" terhadap PT PLN, karena telah banyak merugikan masyarakat.

"Kita telah siapkan 26 pengacara untuk menggugat PT PLN yang dinilai telah merugikan masyarakat," ujarnya.

Sebelumnya,General Manager PT PLN Wilayah Aceh, Zulkifli mengatakan krisis listrik di daerah tersebut akan teratasi pada 2014, menyusul akan beroperasinya PLTA Peusangan di Kabupaten Aceh Tengah 86 Megawatt dan PLTU tenaga uap (batu bara) di Kabupaten Nagan Raya 200 MW.

Kebutuhan listrik di Aceh sebesar 275 MW. Sebagian besar kebutuhan tersebut dipasok dari pembangkit listrik Sumatera Utara dan sisanya berasal dari PLTD Lueng Bata dan pembangkit listrik lainnya di daerah paling barat pulau sumatera itu. (IFL*H011/K004)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010