Pakar imunisasi tekankan penyelenggara vaksinasi harus kompeten

Pakar imunisasi tekankan penyelenggara vaksinasi harus kompeten

Pakar imunisasi dr. Jane Soepardi, MPH. ANTARA/Muhammad Zulfikar.

Kalau tidak punya pengalaman sebelumnya, ini akan gawat
Jakarta (ANTARA) - Pakar imunisasi dr. Jane Soepardi, MPH menekankan penyelenggara vaksinasi COVID-19 harus pihak yang betul betul-betul kompeten dan profesional di bidangnya agar tidak terjadi kesalahan di lapangan.

"Kalau tidak punya pengalaman sebelumnya, ini akan gawat," kata Jane saat diskusi daring dengan tema "Tata Laksana Vaksinasi di Indonesia" yang dipantau di Jakarta, Senin.

Hal tersebut ditekankan terutama kepada penyelenggara vaksinasi di daerah. Sebab, jangan sampai adanya kebijakan mutasi mengakibatkan tenaga kesehatan yang akan melakukan vaksinasi tidak berkompeten menjalankan pekerjaannya.

Baca juga: Munas MUI bahas fatwa vaksin COVID-19

"Jangan sampai orang yang tidak mengerti sama sekali untuk pengadaan kampanye imunisasi diberi tugas memimpin kampanye vaksinasi COVID-19," kata dr Jane.

Ia mengatakan pemberian imunisasi tidak boleh asal-asalan diberikan kepada seseorang karena menyangkut keselamatan jiwa.

Secara pribadi, dr Jane mengaku telah melaksanakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio sekitar 20 kali ditambah dengan kejadian luar biasa polio di Afrika Barat.

Baca juga: Pakar ULM: Berdayakan dokter mitra BPJS untuk vaksinasi COVID-19

Pada waktu itu, pemerintah sampai tujuh kali melaksanakan PIN Polio. Tahapan kedua kalinya, dr Jane merasa percaya diri karena telah memiliki pengalaman di fase pertama.

Namun, kenyataannya di setiap penyelenggaraan imunisasi massal selalu ada masalah baru. Oleh sebab itu, orang yang bekerja di lapangan harus betul-betul profesional dan memiliki pengalaman guna mengurangi risiko.

Baca juga: Munas MUI bahas fatwa vaksin COVID-19

Ia menambahkan apabila Indonesia sudah siap melaksanakan vaksinasi COVID-19 secara massal maka terdapat beberapa hal yang mesti disiapkan. Pertama, masyarakat yang akan divaksin harus terkoordinir dengan baik.

"Kedua, memasang tanda-tanda tempat imunisasi. Itu pengalaman sebelumnya," ujarnya.

Dalam hal tersebut peran para kader vaksin di tiap-tiap desa maupun kelurahan penting sekali untuk memandu masyarakat yang akan divaksin.

Baca juga: Presiden Jokowi minta simulasi vaksinasi COVID-19 terus dilakukan

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

442 wartawan di Surabaya jalani vaksinasi COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar