Medan (ANTARA News) - Sebagian warga kota Sibolga sempat terkejut akibat getaran gempa berkekuatan 7,2 skala richter (SR) yang terjadi di Meulaboh, Aceh Barat, Minggu pukul 12:59 WIB.

"Gempa yang terjadi secara tiba-tiba itu, sempat membuat warga panik dan lari berhamburan untuk meyelamatkan diri ke luar rumah," kata salah seorang warga Sibolga, Farahdina (28) ketika dihubungi ANTARA News dari Medan, Minggu.

Saat gempa tersebut terjadi, menurut dia, warga sedang berada di dalam rumah dan ada yang sedang menonton TV dan lagi mencuci kain di kamar mandi.

"Begitu merasakan ada gempa mereka lari ke luar rumah," kata Farahdina.

Ia mengatakan, warga yang menyelamtkan diru ke luar rumah itu, untuk menjaga hal -hal yang tidak diingini mengingat bangunan rumah di kota Sibolga itu banyak yang sudah tua.

Selain itu, jelasnya, rumah-rumah yang ada di kota Sibolga cukup padat, dan sangat mudah roboh.

Kota Sibolga yang berada di Pantai Barat Sumatera itu sekitar 365 Km arah barat kota Medan.

" Sampai saat belum ada laporan bangunan gedung perkantoran, sekolah, maupun rumah warga yang rusak akibat gempa di Meulaboh yang getarannya dirasakan hingga ke kota Sibolga," katanya.

Sebelumnya, gempa berkekuatan 7,2 skala richter (SR) terjadi di kawasan Meulaboh, Aceh Barat, Minggu, pukul 12.59 WIB.

Analis Data Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan Buha M. Simanjuntak di Medan, Miinggu, mengatakan, gempa itu terjadi di 3,61 lintang utara dan 95,84 bujur timur.

Data BBMKG Wilayah I Medan menunjukkan, pusat gempa berkekuatan 7,2 SR itu berada di 66 Km barat daya Meulaboh, Aceh Barat dengan kedalaman 30 Km di bawah permukaan laut.

Dengan kekuatan 7,2 SR itu, pihaknya menilai gempa tersebut berpotensi tsunami.

Selain itu, gempa yang dikategorikan cukup besar itu berpeluang untuk terjadi kembali.
(ANT/P003)

Pewarta:
Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2010