Menko Luhut apresiasi industri sawit, penopang ekonomi RI saat pandemi

Menko Luhut apresiasi industri sawit, penopang ekonomi RI saat pandemi

Ilustrasi - Pekerja mengangkut kelapa sawit ke dalam truk di Desa Rangkasbitung Timur, Lebak, Banten, Selasa (22/9/2020). ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/agr/foc/aa.

Saya mengucapkan terima kasih kepada industri sawit yang merupakan kontributor utama penghasil devisa Indonesia dan penopang ekonomi Indonesia, terutama dalam kondisi pandemi COVID-19
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengapresiasi kinerja industri minyak kelapa sawit dan turunannya yang tetap stabil dan menjadi penopang perekonomian Indonesia, terutama saat pandemi COVID-19.

Dalam konferensi minyak sawit terbesar Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2020, Menko Luhut Pandjaitan menjelaskan bahwa ekspor minyak sawit tetap positif meski ada penurunan permintaan di beberapa negara tujuan ekspor. Hingga September 2020 nilai ekspor sawit mencapai 13,84 miliar dolar AS.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada industri sawit yang merupakan kontributor utama penghasil devisa Indonesia dan penopang ekonomi Indonesia, terutama dalam kondisi pandemi COVID-19," kata Menko Luhut Pandjaitan dalam IPOC 2020 yang diselenggarakan secara virtual, Kamis.

Baca juga: Menko Airlangga: Harga CPO bakal naik hingga 668 dolar/ton tahun depan

Menko Luhut memastikan bahwa pemerintah akan selalu mendukung terciptanya kepastian berusaha di industri sawit. Kepastian berusaha itu diharapkan semakin baik melalui Undang-Undang Cipta Kerja yang belum lama ini disahkan.

Semua aturan dalam UU Cipta Lapangan Kerja tersebut, kata Menko Luhut, bertujuan menciptakan kepastian dan kemudahan berusaha serta iklim investasi yang kondusif.

"UU Cipta Kerja mengatur tata kelola lahan dan perizinan, serta kemitraan dalam industri sawit. Diharapkan, investasi di industri sawit baik hulu dan hilir akan semakin meningkat dengan adanya UU Cipta Kerja dan turunannya," kata Menko Luhut Pandjaitan.

Baca juga: IPOC 2020, Ketua Gapki paparkan tantangan industri sawit saat pandemi

Di sisi lain Menko Luhut juga menyampaikan tantangan yang masih dihadapi industri kelapa sawit yaitu kampanye negatif baik di dalam maupun luar negeri.

Mengingat pentingnya industri ini bagi Indonesia, Menko Luhut Pandjaitan berharap agar seluruh pihak bekerja sama untuk memerangi informasi negatif tentang sawit. Ia juga menekankan pentingnya tata kelola industri sawit yang berkelanjutan.

Baca juga: BPDPKS: Peremajaan sawit rakyat kian penting seiring naiknya biodiesel

Baca juga: Kementan: 2,8 juta hektare lahan sawit rakyat perlu diremajakan



 

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Dongkrak perekonomian dengan pengelolaan potensi maritim yang optimal

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar