Bogor (ANTARA News) - Organisasi kegawatdaruratan kesehatan "Medical Emergency Rescue Committee" Indonesia menyatakan bahwa bantuan yang dibawa dalam misi kemanusiaan melalui pelayaran menembus blokade Israel atas Gaza, Palestina tahun 2010, di antaranya membawa obat-obatan.

"Total barang bantuan yang dibawa oleh konvoi kapal menuju Gaza mencapai 10.000 ton yang terdiri atas obat-obatan, peralatan kesehatan, peralatan sekolah, bahan bangunan, dan genset," kata Ketua

Presidium "Medical Emergency Rescue Committee" (MER-C) Indonesia dr Sarbini Abdul Murad, saat menghubungi ANTARA, Senin pagi.

Relawan yang tergabung dalam misi kemanusian dengan nama "Flotilla to Gaza" 2010 itu kini sudah tercatat 500 orang dari sekurangnya 50 negara lain di Istanbul Turki untuk menuju Gaza pada Senin (25/5).

"Mereka akan ikut berlayar dengan kapal IHH (Insani Yardim Vakfi), salah satu organisasi HAM dan kemanusiaan terbesar di Turki yang bermarkas di Istanbul," kata Sarbini yang mendapat laporan dari relawan MER-C Indonesia.

Dikemukakannya bahwa ada sembilan kapal laut berbagai ukuran akan mengikuti "Flotilla to Gaza", yang merupakan kegiatan terbesar untuk Palestina selama ini. Sebanyak lima buah berupa kapal penumpang dan empat lainnya berupa kapal kargo.

Organisasi-organisasi yang mengikutsertakan kapalnya adalah IHH Turki, ECESG (European Campaign to End the Siege of Gaza), FGM (Free Gaza Movement), Ship to Gaza Greece, Ship to Gaza Sweden, dan International Committee to Lift the Siege on Gaza.

Kapal yang pertama berlayar adalah kapal milik FGM, yang diberi nama Rachel Corrie. Nama ini dibuat untuk mengenang perjuangan seorang pegiat untuk Palestina asal Amerika Serikat (AS) Rachel Corrie, yang turut menjadi korban kekejaman Israel.

Israel menggilasnya dengan buldoser di Yerusalem, ketika ia sedang berusaha menjadikan dirinya benteng sebagai upaya dan strateginya untuk menghentikan buldoser Israel yang menghancurkan perumahan penduduk di kawasan itu tujuh tahun silam.

Kapal ini berlayar tanggal 12 Mei 2010 dari Irlandia yang akan disusul oleh kapal-kapal dari IHH yang akan berlayar dari Antalya, kemudian akan bergabung dalam konvoi kapal-kapal dari Eropa yang akan lepas landas untuk beriringan dengan kapal-kapal sebelumnya dari Athena.

Ia menjelaskan, konvoi tersebut selanjutnya akan melewati perairan internasional langsung menuju Gaza.

Menurut dia, konvoi tidak gentar dengan ancaman dan gertakan pihak Israel yang akan menghadang semua kapal yang memasuki perairan Gaza.

"Peserta pelayaran ini sangat paham apa yang akan mereka lakukan tidak melanggar hukum apapun," kata Sarbini Abdul Murad.

Mengutip Ketua IHH Turki Bulent Yildirim, disebutkan bahwa batas laut tiap negara adalah 12 mil. Hal ini tentunya berlaku untuk Israel.

Gerakan "Flotilla to Gaza" itu akan berlayar 80 mil di luar garis pantai Israel, dan jika Isreal melakukan sesuatu untuk menggagalkan konvoi ini, maka negara itulah yang melanggar hukum laut internasional.(A035*KR-LR/F002)

Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2010