Timika (ANTARA News) - Puluhan ibu rumah tangga bersama anak dan bayi mereka mengungsi ke kompleks Markas Komando (Mako) Pangkalan TNI AU (Lanud) Timika, Papua, Senin, karena mengkhawatirkan jiwa mereka akibat bentrokan antarsuku.

Seorang warga Kompleks Kampung Kodok, Kelurahan Kwamki Baru, Timika Marci Tanlain mengatakan ia bersama keluarga mengungsi ke Lanud Timika karena takut diserang warga Paniai dan Dani.

"Kami mendapat kabar dari warga Kei di Jalan Pattimura bahwa orang Paniai dan Dani mau cari orang Kei maka kita mengungsi ke sini," kata Marci saat ditemui ANTARA di Mako Lanud Timika.

Marci mengaku hanya membawa pakaian ala kadarnya ke Mako Lanud Timika dan berencana kembali ke rumah setelah situasi sudah aman.

Warga lainnya, Willy Renyaan mengatakan, khawatir akan terjadi serangan oleh suku Paniai dan Dani ke kompleks warga suku Kei di Jalan C Heatubun Kwamki Baru.

"Kami khawatir jangan sampai mereka membabi-buta, padahal kita tidak tahu apa masalahnya," tutur Willy yang mengaku karyawan PT Freeport Indonesia itu.

Sebagaimana pantauan ANTARA, warga suku Kei yang mengungsi ke Mako Lanud Timika jumlahnya cukup banyak. Sebagian besar warga yang mengungsi merupakan ibu-ibu rumah tangga, para lansia dan anak-anak serta bayi yang masih digendong orang tuanya.

Para pengungsi tersebut ditampung di ruang Primkopaud dan kantin Lanud Timika. Beberapa diantara warga membentangkan terpal di tanah untuk tempat beristirahat.

Segera pulih
Sementara itu, Komandan Lanud Timika, Letkol Nav I Wayan Suwatnyana mengatakan, jajarannya menerima warga yang datang meminta bantuan pengamanan.

"Ini kan sementara waktu, kalau situasinya sudah aman mereka akan kembali ke rumah mereka masing-masing," kata Suwatnyana.

Ia berharap situasi keamanan di Timika segera pulih dan tokoh-tokoh masyarakat dari pihak-pihak yang bertikai segera bertemu untuk mencari jalan keluar penyelesaian konflik antara warga Kei dengan warga Paniai dan Dani.

Pengungsian warga terjadi menyusul ketegangan antara warga suku Kei dengan suku Paniai dan Dani terkait kasus pembunuhan yang menimpa Lamber Ondos Rumte (30), warga suku Kei pada Minggu (23/5) malam.

Kasus tersebut memicu amarah keluarga korban dengan menganiaya sejumlah warga lain yang sebenarnya tidak tersangkut dengan masalah awal.

Kimi Wenda, warga Jalur 5 Jalan Ale-ale Kwamki Lama dibacok kedua siku tangannya dengan parang oleh warga suku Kei di Jalan Hasanuddin Pasar Sentral Timika, Senin sekitar pukul 08.30 WIT.

Saat itu Kimi Wenda berencana ke Pasar Sentral untuk berjualan. Korban sudah dibawa ke RSUD Mimika untuk dirawat.

Warga lainnya, Eltinus Kiwak (42) dan Marthen Pigome (25) dibacok punggung dan telapak tangan mereka saat sedang menumpang sepeda motor. Eltinus dirawat di Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika.

Aksi main hakim sendiri yang dilakukan warga Kei memicu kemarahan warga Paniai. Sekitar pukul 10.30 WIT, puluhan warga Paniai dengan bersenjatakan panah dan parang menuju Jalan Pattimura Sempan, Kampung Inauga untuk menyerang warga Kei.

Namun aksi mereka digagalkan aparat kepolisian dari Polres Mimika dan Brimob Detasemen B Polda Papua dengan mengerahkan mobil barakuda dan water canon untuk menghalau massa suku Paniai yang datang dari arah belakang Gedung Eme Neme Yauware kompleks Timika Indah.

Sekitar pukul 12.30 WIT, massa dari suku Paniai kembali ke Lapangan Timika Indah dengan berjalan kaki dan dikawal polisi.

Hingga Senin petang, polisi dan Brimob masih berjaga-jaga di Jalan Budi Utomo dan Jalan Pattimura Sempan, Kampung Inauga dengan dilengkapi mobil barakuda dan water canon.
(E015/B010)

Pewarta:
Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2010