Jakarta (ANTARA News) - Mantan Direktur II Ekonomi Khusus Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, Brigjen Pol (purn) Weni Warouw mendaftarkan diri menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Weni menyerahkan berkas pendaftaran langsung kepada petugas pendaftaran di sekretariat panitia seleksi calon pimpinan KPK di Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Kamis.

Kepada wartawan, Weni menegaskan ingin memperbaiki KPK yang dia anggap belum sempurna.

"Untuk memantapkan, berarti yang sekarang belum mantap. Sekarang ini menurut saya banyak kekurangan," kata Weni.

Dia menyebut teknis penanganan perkara korupsi sebagai salah satu kelemahan KPK.

Weni yakin pengalamannya selama 24 tahun sebagai investigator di kepolisian adalah modal yang cukup untuk memimpin KPK.

Ketika dimintai pendapat tentang pernyataan beberapa orang yang mengistilahkan pimpinan KPK harus sosok yang tanpa cacat hukum, Weni merasa sanggup.

"Bukan setengah dewa. Saya dewa. Saya yakin tidak ada cacat hukum," katanya.

Hingga pukul 16.00 WIB, panitia telah menerima berkas dari lima pendaftar calon pimpinan KPK.

Kelima pendaftar itu adalah praktisi perbankan Hertanto Cahyosuryo, purnawirawan Polri Budi Setiawan, advokat Farhat Abbas, dosen Seminari Teologi Internasional Harvest Stevanus Wiji Suratno, dan mantan Direktur II Ekonomi Khusus Bareskrim Mabes Polri Brigjen Pol Weni Warouw.

Sampai saat ini, ada sekira 62 orang yang menyatakan minat menjadi pimpinan KPK. Namun, panitia belum bisa menerima berkas semua peminat karena dianggap belum lengkap.

Panitia Seleksi akan mencari dua calon pimpinan KPK. Kedua calon itu nantinya akan dilaporkan ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan diteruskan ke DPR untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan.Setelah itu, DPR akan memilih satu orang untuk dilantik menjadi pimpinan KPK.(ANT/A038)

Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2010