Jakarta (ANTARA News) - Apple Inc menggeser Microsoft Corp sebagai perusahaan teknologi terbesar di dunia berdasarkan nilai pasar pada Rabu, sebuah tonggak terbaru kebangkitan pembuat iPhone yang nyaris terhempas dari bisnis ini sejak 1990-an.

Saham Apple naik 2,8 persen di bursa Nasdaq pada Rabu, ketika saham Microsoft menggelepar, mendorong nilai pasarnya menjadi diatas 229 miliar dolar di depan saingan lamanya tersebut.

Meski kedua saham melemah karena aksi jual diakhir perdagangan, tapi kapitalisasi Apple memimpin dengan nilai pasar 222 miliar dolar dibanding Microsoft yang hanya 219 miliar dolar menurut data Reuters.

saham Apple ditutup turun 0,4 persen pada 244,11 dolar di Nasdaq, sementara Microsoft turun 4 persen ke titik terendah dalam tujuh bulan 25,01 dolar.

Saham Apple yang bernilai lebih dari 10 kali dari nilai 10 tahun lalu, saat mereka diuntungkan dengan revolusi consumers electronics yang stylish, produk-produk yang mudah digunakan seperti iPod, iPhone, dan laptop MacBook.

Terakhir kali Apple memiliki nilai pasar yang lebih tinggi dari Microsoft pada 19 Desember 1989 menurut Thomson Reuters Datastream.

Microsoft, pemilik sistem operasi yang dijalankan di lebih dari 90 persen komputer pribadi di dunia, belum dapat mengimbangi tingkat pertumbuhannya di tahun 1990. Sahamnya turun 20 persen dari nilai 10 tahun lalu.

Apple, yang berjuang bertahun-tahun untuk bisa menempatkan produknya sebagai mainstream, terpaksa menambah investasinya 150 juta dolar jauh lebih besar dari yang dilakuan Microsoft pada 1997 untuk tetap bertahan. Pada saat itu, nilai pasar Microsoft lebih dari lima kali nilai Apple.

Microsoft masih diatas Apple dalam penjualan. Pada kuartal terakhir, Microsoft dilaporkan meraih pendapatan 14.5 miliar dolar dibanding Apple 13.5 miliar dolar.

Apple yang berkantor pusat di Cupertino, California, sekarang perusahaan terbesar kedua dalam indeks 500 Standard & Poors berdasarkan nilai pasar, di belakang raksasa energi Exxon Mobil Corp.

(Adm/S026)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2010