KPU DIY: Sebagian besar pasien COVID-19 terlayani hak pilihnya

KPU DIY: Sebagian besar pasien COVID-19 terlayani hak pilihnya

Petugas KPPS mengenakan alat pelindung diri sebelum melayani pasien COVID-19 yang ingin memberikan suaranya pada pilkada serentak di RSUD Pandega, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Rabu (9/12/2020). (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/aww)

Yogyakarta (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta mengklaim hak pilih sebagian besar pasien positif COVID-19 di daerah ini terlayani dalam Pilkada serentak 2020 di Kabupaten Bantul, Gunung Kidul, dan Sleman.

"Dari pantauan kami di lapangan di tiga kabupaten tersebut semua pusat-pusat isolasi atau penanganan pasien COVID-19 sudah terfasilitasi," kata Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU DIY Ahmad Shidqi saat dihubungi di Yogyakarta, Rabu.

Shidqi mengakui ada sebagian pasien COVID-19 yang tidak dapat menggunakan hak suaranya karena kondisi tertentu seperti yang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito.

Baca juga: KPU DIY yakin partisipasi pemilih Pilkada 2020 tetap 80 persen

Pihak RSUP Dr Sardjito, kata dia, telah melayangkan surat permohonan kepada KPU bahwa pasien COVID-19, khususnya yang dalam kondisi kritis tidak bisa dilayani hak suaranya. Hal ini juga dimaksudkan untuk menjaga keselamatan semua pihak dari risiko penularan.

"Kita sudah mau melayani tetapi kita juga harus melihat kondisi pasien. Kita tidak boleh juga memaksakan pasien dalam kondisi kritis," kata dia.

Meski demikian, ia memastikan sebagian besar pasien COVID-19 di rumah sakit lainnya bisa menggunakan hak suara, termasuk OTG yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Mereka dilayani oleh petugas KPPS ber-APD lengkap.

"Surat suara yang telah dicoblos dilakukan sterilisasi sebelum dimasukkan kotak suara. Kita menerapkan protokol kesehatan. Secara prinsip semua terlayani," kata Amir.

Baca juga: KPU DIY pastikan seluruh petugas KPPS bebas dari COVID-19

Anggota Bawaslu DIY Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Amir Nashiruddin mengakui bahwa berdasarkan catatan pengawas di lapangan semua pasien di rumah sakit rujukan COVID-19 terlayani hak suaranya, kecuali RSUP Dr Sardjito.

"Semua terlayani, kecuali di RSUP Dr Sardjito hanya 31 pasien reguler yang terlayani. Untuk pasien COVID-19 sama sekali tidak terlayani. Pihak rumah sakit (RSUP Dr Sardjito) beralasan pasien dalam kondisi kritis," kata dia.

Mengenai hal itu, pihak rumah sakit dan gugus tugas penanganan COVID-19, menurut Amir, memang memiliki otoritas untuk menentukan dengan melihat kondisi pasien.

Amir menyebutkan bahwa masih ada di beberapa TPS di tiga kabupaten yang belum menerapkan prosedur pencegahan COVID-19 secara sempurna, di antaranya terkait penyediaan bilik suara khusus bagi pemilih bersuhu tubuh di atas 37,3 derajat Celcius.

Baca juga: KPU DIY pastikan Pilkada 2020 terapkan protokol kesehatan secara ketat

"Seharusnya bilik suara khusus pakai tirai plastik. Tapi sebagian besar hanya disendirikan atau dipisahkan dari bilik suara reguler," kata dia.

Pewarta: Luqman Hakim
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pasien terinfeksi COVID-19 berpotensi alami gangguan psikis

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar