Cianjur (ANTARA News) - Kendaraan minibus yang ditumpangi 12 orang anggota rombongan kesenian Jaipongan asal Karawang masuk jurang sedalam 39 meter di Cikalong Kulon, Cianjur, Jawa Barat, Minggu.

Kecelakaan yang diduga karena sang pengemudi mengantuk itu menyebabkan dua orang meninggal dunia, sementara 10 orang lainnya dirawat di RSUD Cianjur karena menderita luka berat dan ringan.

Dua korban tewas adalah Ahmad Haerudin, pengemudi minibus itu asal Kampung Kepuh, Desa Citarik, Trimulya, dan Odah binti Karta (26), penari jaipong asal Kampung Pagerlembang, Desa Purwajaya Kecamatan Temparan, Karawang.

Rencananya rombongan penari jaipongan itu hendak mangung di hajatan pernikahan di Kecamatan Cikalong Kulon.

Tinggal beberapa kilometer sebelum lokasi yang dituju, minibus yang dikendalikan Haerudin dengan kecepatan sedang, oleng sebelum masuk ke dalam jurang sedalam 70 meter yang berada di bagian kanan jalan.

Ketika itu belasan penumpang yang sebagian besar wanita, dalam keadaan tertidur, akhirnya terbangun kerena mendegar suara benturan yang cukup keras.

"Saat saya membuka mata, mobil seperti melayang dan saya hanya bisa menjerit ketika mengetahui mobil yang kami tumpangi masuk ke dalam jurang," kata Imas penumpang yang mengalami luka serius di beberapa bagian tubuhnya.

Haerudin dan Odah meninggal seketika di lokasi kejadian, akibat tergencet badan mobil yang ringsek ke arah dalam. Sedangkan puluhan penumpang lainnya mengalami luka berat dan sedang.

Berdasarkan keterangan saksi mata, mobil yang bermuatan para penari itu, terlihat oleng dan sempat berjalan zigzag, 100 meter sebelum masuk ke dalam jurang.

"Sebelum masuk ke dalam jurang mobil sudah berjalan oleng bahkan zigzag, supirnya seperti tidak mengendalikan mobil. Dugaan kami supir tertidur," kata Mamat saksi mata warga Kampung Puncakjaya Desa Warudoyong, Cikalongkulon.

(K,FKR/S026)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2010