OVO-Dekranas dorong perajin UKM adopsi pembayaran digital

OVO-Dekranas dorong perajin UKM adopsi pembayaran digital

Ilustrasi - Platform pembayaran digital dan layanan finansial OVO. ANTARA/Shutterstock/am.

Dalam MoU tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk melakukan pembinaan UKM
Jakarta (ANTARA) - Platform pembayaran digital dan layanan finansial OVO menjalin kemitraan dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) untuk memfasilitasi para perajin usaha kecil dan menengah (UKM) binaan Dekranas masuk ke dalam ekosistem pembayaran digital yang inklusif melalui QRIS serta mendukung pemasaran digitalnya.

Kemitraan OVO dengan Dekranas diresmikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) secara virtual oleh Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra dan Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian.

"Sinergi antara OVO dan Dekranas merupakan bentuk nyata semakin eratnya kerja sama yang dibangun antara pelaku industri serta lembaga terkait untuk mendukung program pemerintah dalam mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional," kata Karaniya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Baca juga: OVO digitalisasi Pasar Bersehati Manado perluas cakupan

Sebagai platform pembayaran dan layanan keuangan digital dengan pertumbuhan pengguna baru mencapai 276 persen tahun 2020 termasuk selama pandemi, OVO akan memperluas akses bagi pelaku UKM di bawah naungan Dekranas dan mempertegas kontribusi layanan keuangan digital bagi pemulihan ekonomi nasional, serta inklusi keuangan.

Karaniya berharap para perajin binaan Dekranas dapat segera bergabung dengan lebih dari 500.000 pelaku UKM yang sudah menjadi bagian dari ekosistem pembayaran digital melalui QRIS.

"Kami berharap konsumen dan pelaku UKM dapat terus bertransaksi secara cepat, aman, mudah dan nyaman dan berperan nyata dalam pemulihan ekonomi nasional," imbuhnya.

Dalam MoU tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk melakukan pembinaan UKM melalui edukasi, pelatihan, dan pendampingan tentang metode pembayaran secara daring menggunakan QRIS.

OVO juga memfasilitasi dan melakukan onboarding pada UKM yang telah diseleksi dan dibina oleh Dekranas untuk menjadi merchant OVO, sejalan dengan visi perusahaan untuk mendorong inklusi keuangan.

Tak hanya itu, OVO juga akan mendukung Dekranas dengan menjadi salah satu mitra pembayaran situs e-commerce Ladara yang digagas oleh Dharma Pertiwi TNI serta disupervisi oleh Dekranas.

Sementara itu, Tri Tito menekankan bahwa pelaku UKM adalah salah satu prioritas dalam kebijakan ekonomi nasional terutama di masa pandemi.

Sebanyak 80 persen pelaku UKM mengalami penurunan penjualan di atas 20 persen. Oleh karena itu, Dekranas sebagai pemangku kepentingan di sektor kerajinan semakin terpacu untuk menggerakkan kembali industri kerajinan nasional dari hulu hingga ke hilir, melalui peningkatan kompetensi perajin.

Tri mengapresiasi langkah OVO untuk melakukan edukasi dan onboarding UKM binaan Dekranas dalam perluasan penggunaan QRIS serta onboarding dalam ekosistem OVO, Tokopedia, dan Grab.

Ekosistem digital OVO akan mendorong peningkatan kapasitas perluasan pasar produk-produk kerajinan nasional dengan membuka akses jual-beli secara daring serta opsi pembayaran non tunai.

Kemitraan Dekranas dengan OVO diharapkan dapat memberikan sumbangan yang nyata dalam meningkatkan kehidupan pelaku UKM serta mendorong peningkatan laju ekonomi nasional.

Baca juga: Bank dan dompet digital ini tawarkan promo Harbolnas 12.12
Baca juga: Gelar Munas, Dekranas upayakan digitalisasi pasar kerajinan


Pewarta: Ade Irma Junida
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pemerintah targetkan 30 juta UMKM di ekosistem digital pada 2024

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar