Harga saham Xiaomi naik setelah peluncuran Mi 11

Harga saham Xiaomi naik setelah peluncuran Mi 11

Xiaomi Mi 11. ANTARA/mi.com.

Inilah yang membuat saya sangat tertekan selama dua tahun terakhir
Jakarta (ANTARA) - Saham Xiaomi di Bursa Efek Hong Kong Selasa pagi tadi dibuka lebih tinggi, lebih dari 3 persen, setelah merilis ponsel flagship terbarunya, Mi 11, pada Senin malam (28/12).

Ponsel dengan Snapdragon 888 pertama di dunia itu menggunakan layar AMOLED quad-curved 2K 6,81 inci, dan dibanderol dengan harga mulai dari 3.999 yuan atau sekitar Rp8,6 juta.

Dikutip dari laman Gizchina, Selasa, pengapalan smartphone Xiaomi di kuartal ketiga meningkat 42 persen tahun ke tahun menjadi 46,5 juta unit, dengan pangsa pasar 13,1 persen.

Baca juga: Xiaomi Mi 11 ponsel pertama dengan Snapdragon 888

Angka itu membuat Xiaomi melampaui Apple, dan masuk kembali ke tiga besar peringkat pabrikan ponsel pintar global setelah enam tahun.

Pada 23 Desember, tercatat nilai pasar Xiaomi menembus level 100 miliar dolar AS, dan secara resmi bergabung dengan klub perusahaan yang memiliki nilai pasar 100 miliar dolar AS.

Dalam konferensi pers Mi 11, pendiri dan CEO Xiaomi Lei Jun mengatakan bahwa harga sahamnya lebih rendah dari harga saham saat diterbitkan dua tahun lalu. "Inilah yang membuat saya sangat tertekan selama dua tahun terakhir," ujar Lei Jun.

Baca juga: Bos Xiaomi janji MIUI akan lebih baik

Didirikan pada Maret 2010, Xiaomi berkembang menjadi perusahaan teknologi yang berfokus pada pengembangan ponsel pintar, tv pintar, dan perangkat rumah pintar.

Pada 9 Juli 2018, Xiaomi go public. Pada saat itu, harga IPO Xiaomi di Hong Kong ditetapkan sebesar 17 dolar Hong Kong atau sekitar Rp30 ribu per saham. Namun, pada September 2019, harga saham Xiaomi turun menjadi 8,28 dolar Hong Kong atau sekitar Rp15 ribu per saham.

Pada 10 Juli 2020, harga saham Xiaomi kembali ke harga awal saat diterbitkan. Sejak saat itu, harga saham Xiaomi terus meningkat. Pada penutupan perdagangan, Senin (28/12), saham Xiaomi berada dikuotasi 31,15 dolar Hong Kong atau sekitar Rp57 ribu.

Jika dihitung berdasarkan bursa efek Hong Kong pada 27 Desember 2019, tingkat pertumbuhan Xiaomi Group tahun ini tepat 200 persen.

Baca juga: Xiaomi Mi 11 akan datang tanpa charger

Baca juga: Xiaomi garap tiga ponsel layar lipat, meluncur 2021

Baca juga: Xiaomi Mi 11 bakal dilindungi Corning Gorilla Glass 7

Penerjemah: Arindra Meodia
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar