Iran sita tanker, Korsel tinjau ulang rencana diplomat ke Teheran

Iran sita tanker, Korsel tinjau ulang rencana diplomat ke Teheran

Ilustrasi : Kapal tanker di laut. (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)

Seoul (ANTARA) - Kementerian luar negeri Korea Selatan sedang meninjau ulang perlunya seorang diplomat senior mengunjungi Teheran pada Minggu seperti yang direncanakan setelah pasukan Iran menyita sebuah kapal tanker kimia berbendera Korsel di perairan Teluk dan menahan awaknya.

Insiden penyitaan kapal tanker itu terjadi di tengah ketegangan antara Teheran dan Seoul atas dana Iran yang dibekukan di bank-bank Korea Selatan karena sanksi Amerika Serikat.

Televisi pemerintah Iran mengutip seorang pejabat pemerintah Iran yang mengatakan Wakil Menteri Luar Negeri Korsel Choi Jong-kun akan membahas permintaan Iran agar dana senilai 7 miliar dolar AS (Rp 97 triliun ) milik Iran yang dibekukan dapat dicairkan.

Di Seoul, seorang pejabat kementerian luar negeri Korsel mengatakan kepada Reuters "rencana untuk saat ini tidak jelas" mengenai kunjungan Wamenlu Choi ke Teheran.

Baca juga: Korsel Tangkap Tanker Terlibat Tumpahan Minyak
Baca juga: AS buru empat tanker Iran pembawa bahan bakar ke Venezuela


Media Iran pada Senin mengatakan bahwa Korps Pengawal Revolusi Iran telah menangkap kapal tanker Hankuk Chemi karena pelanggaran polusi. Kapal itu membawa 7.200 ton etanol.

Menteri luar negeri Korea Selatan Kang Kyung-wha pada Selasa mengatakan bahwa dia sedang melakukan upaya diplomatik untuk mengamankan pembebasan kapal tanker itu, menurut laporan kantor berita Yonhap.

Kang Kyung-wha mengatakan kepada wartawan bahwa dia telah menanggapi permintaan para mitranya di Iran pada Senin dan kementerian luar negeri Korsel sekarang sedang dalam pembicaraan dengan para diplomat di Teheran dan di Seoul untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Televisi pemerintah Iran mengutip Saeed Khatibzadeh, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, yang mengatakan kapal tanker milik Korsel itu disita karena "mencemari laut".

Pada Minggu lalu, surat kabar Tehran Times memberitakan bahwa Iran berharap untuk merundingkan kesepakatan untuk menggunakan dana beku tersebut untuk "dibarter" dengan pasokan vaksin virus corona dan komoditas lainnya.

Namun, Kementerian luar negeri Korea Selatan tidak segera memberikan komentar atas laporan surat kabar Tehran Times itu.

Saat ditanya tentang niat Iran untuk mendapatkan aset yang dibekukan, Menlu Kang mengatakan keselamatan awak kapal Korsel lebih penting, menurut laporan Yonhap.

Sumber: Reuters
​​​​​​​
Baca juga: Lindungi tanker, Korsel turut kerahkan unit AL ke Selat Hormuz
Baca juga: Kebakaran kapal tanker minyak lukai puluhan pekerja Korsel

Penerjemah: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar