Menristek imbau pelacakan COVID-19 gunakan alat buatan dalam negeri

Menristek imbau pelacakan COVID-19 gunakan alat buatan dalam negeri

Menko PMK Muhadjir Effendy (kanan) menyimak penjelasan dari Menristek Bambang Brodjonegoro (kanan) tentang cara kerja alat deteksi dini COVID-19 bernama GeNose C19 pada layar televisi di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (7/1/2021). Kementerian Riset dan Teknologi menghibahkan satu unit GeNose C19 yang merupakan karya tim peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) kepada Kemenko PMK untuk disosialisasikan dan dimanfaatkan secara masif oleh seluruh masyarakat Indonesia guna mendeteksi COVID-19. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

Ini karya luar biasa dan mereka lakukan ini dalam waktu yang sangat singkat
Jakarta (ANTARA) - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro mengimbau pihak berwenang dalam penanganan COVID-19 menggunakan alat tes cepat buatan anak negeri.

"Kami juga mengimbau pada beberapa pihak yang punya kewenangan untuk tracing, utamakan alat-alat yang telah dikembangkan oleh putra-putra Indonesia seperti GeNose dan CePad. Ini karya luar biasa dan mereka lakukan ini dalam waktu yang sangat singkat," kata Bambang dalam konferensi pers secara daring yang dipantau di Jakarta, Kamis.

Alat tes cepat GeNose C19 karya Universitas Gadjah Mada dan Rapid Test Antigen CePad karya Universitas Padjadjaran merupakan inovasi alat tes cepat terbaru yang memiliki penggunaan lebih mudah dan praktis serta dengan biaya yang lebih murah.

Baca juga: CePAD miliki akurasi 84 persen deteksi COVID-19

Alat tes cepat GeNose C19 dari UGM ini mendeteksi ada atau tidaknya virus SARS CoV 2 penyebab COVID-19 berdasarkan hembusan napas seseorang. Untuk mengetahui hasilnya, hanya dibutuhkan waktu paling lama tidak lebih dari dua menit dengan menggunakan sistem komputer.

Bambang menyebutkan GeNose C19 merupakan implementasi dari revolusi industri 4.0 karena dalam pengoperasiannya menyertakan sistem komputer dengan kecerdasan buatan. 

Baca juga: Menristek: Bumikan riset dan inovasi demi tingkatkan ekonomi Indonesia

Dia berharap Kementerian Kesehatan dan Satgas Penanganan COVID-19 mulai menggunakan alat tes cepat karya anak bangsa tersebut agar ke depannya akan banyak digunakan oleh daerah-daerah lain serta fasilitas layanan kesehatan swasta.

"Yang paling penting dari pihak berwenang dari Kemenkes dari BNPB selaku Satgas Penanganan COVID-19, masukan alat ini GeNose dan CePad sebagai alat untuk skrining rapid tes yang resmi, karena itu akan menjadi rujukan di seluruh daerah," kata Bambang.

Baca juga: Menteri dorong universitas lahirkan inovasi bagi kesejahteraan negeri

Menurut dia, ketika pemerintah pusat sudah mempercayakan inovasi hasil dalam negeri untuk penanganan COVID-19, maka masyarakat pun akan percaya terhadap karya anak bangsa tersebut.

"Kuncinya ini harus dinyatakan sebagai alat yang resmi, dan sekali lagi pemihakan pada karya anak bangsa harus dikedepankan," ujar Bambang.

Baca juga: Menko PMK upayakan Kemenkes dan KPC-PEN gunakan Genose C19 dan CePAD

Kedua alat tes cepat tersebut sudah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan untuk digunakan di masyarakat.

Pihak pengembang bersama konsorsium pun menyatakan bisa memproduksi alat hingga 5 ribu unit per bulan dengan target maksimal bisa menyiapkan 30 ribu hingga 40 ribu unit.

Baca juga: Kemenristek hibahkan alat deteksi COVID-19 GeNose C19 ke KSP

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Cegah COVID-19 dengan sosialisasi GeNose

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar