Peristiwa Sriwijaya Air SJ-182, Nurdin Abdullah berharap ada mukjizat

Peristiwa Sriwijaya Air SJ-182, Nurdin Abdullah berharap ada mukjizat

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulsel

Makassar (ANTARA) - Jatuhnya pesawat Sriwijaya Air dengan call sign SJ 182 rute Jakarta-Pontianak menjadi kabar duka bagi dunia penerbangan Indonesia di awal tahun 2021 ini.

Terkait peristiwa tersebut, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah melalui keterangan resminya di Makassar, Ahad, menyatakan turut prihatin atas peristiwa ini dan berdoa serta berharap seluruh keluarga untuk bersabar.

Apalagi, salah seorang warga Kota Makassar bernama Ricko Damianus Mahulette disebut ikut menjadi korban jatuhnya pesawat tersebut.

"Yang pasti saya ikut merasakan keprihatinan atas musibah ini. Mudah-mudahan ada mukjizat," kata Nurdin Abdullah.

Baca juga: BNPB kirim dukungan logistik-peralatan untuk cari Sriwijaya SJ-182

Baca juga: Tim Penyelam Yontaifib temukan KTP atas nama Yaman Zai


Nurdin memohon dukungan agar pemerintah dan tim yang melakukan pencarian dapat lancar dalam bertugas. Termasuk menunggu informasi resmi dari pemerintah terkait penyebab jatuhnya pesawat ini.

"Kita tetap optimistis akan terus melakukan upaya-upaya agar betul-betul dapat kepastian apa yang sesungguhnya terjadi dengan Sriwijaya Air. Kita tunggu saja sampai ada keputusan pemerintah, yang pasti kami prihatin dengan kejadian ini," tuturnya.

Sementara itu, Magdalena, ibu kandung Ricko Mahulette, korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air terus menunggu informasi terkait keberadaan anak sulungnya tersebut.

Dokter yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuang Baji ini tetap menunggu kepastian hasil pencarian tim penyelamat dan berharap ada keajaiban.

"Kami masih menunggu informasi, Bapak (Damianus Mahulette) bersama istri Ricko (Martasari) tadi sudah berangkat ke Jakarta. Kami berharap ada keajaiban dari Tuhan," kata Magdalena, Ahad.

Rumah di kompleks Puri Kencana Asri, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar Sulawesi Selatan yang ditempatinya mulai ramai dikunjungi kerabat dan rekan kuliah korban.

Karangan bunga pun mulai menghiasi di sekitar pekarangan rumahnya. Sesekali Mangdalena menarik napas panjang, terisak, saat menerima tamu yang datang untuk memberikan semangat.*

Baca juga: Polda Lampung ambil sampel DNA keluarga penumpang SJ-182

Baca juga: DKI kerahkan 11 kapal untuk pencarian Sriwijaya SJ 182

Pewarta: Nur Suhra Wardyah
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

59 korban Sriwijaya Air SJ182 telah teridentifikasi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar