BI: Kinerja industri pengolahan triwulan IV 2020 membaik

BI: Kinerja industri pengolahan triwulan IV 2020 membaik

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (kiri) melihat coklat hasil olahan industri pengolahan kakao kelompok tani Mulyo Jati di area Wisata Desa BMJ Mojopahit, Desa Randu Genengan, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (25/6/2020). Di pabrik pengolahan cokelat itu bisa memproduksi satu hari sebanyak 1 ton dari ratusan hasil Kakao dari Poktan Mulyo Jati maupun petani lokal di Jawa Timur, dan nantinya kapasitas produksi akan ditingkatkan menjadi 2-3 ton per hari untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal serta ekspor. ANTARA FOTO/Syaiful Arif/hp.

volume produksi ditopang oleh penerimaan barang input yang lebih cepat, serta jumlah tenaga kerja
Jakarta (ANTARA) - Bank Indonesia menyebutkan kinerja sektor industri pengolahan pada triwulan IV 2020 membaik walaupun masih dalam fase kontraksi.

Kondisi tersebut tercermin dari Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI-BI) sebesar 47,29 persen, meningkat dari 44,91 persen pada triwulan III 2020 dan 28,55 persen pada triwulan II 2020.

"Perbaikan terjadi pada hampir seluruh komponen pembentuk PMI-BI, terutama volume produksi ditopang oleh penerimaan barang input yang lebih cepat, serta jumlah tenaga kerja," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono di Jakarta, Rabu.

Indeks di atas 50 persen memberikan sinyal ekspansi usaha sedangkan di bawah 50 persen memberikan sinyal adanya kontraksi.

Erwin menjelaskan secara sektoral, mayoritas subsektor mencatat perbaikan kinerja pada triwulan IV 2020, terutama subsektor logam dasar besi dan baja, serta subsektor pupuk, kimia dan barang dari karet dan subsektor kertas dan barang cetakan yang sudah berada pada fase ekspansi.

Pada triwulan I 2021, katanya, kinerja sektor industri pengolahan diprakirakan meningkat dan berada dalam fase ekspansi. PMI-BI pada triwulan I 2021 diprakirakan sebesar 51,14 persen, meningkat dari triwulan sebelumnya.

Peningkatan PMI-BI itu didorong oleh komponen volume total pesanan, volume persediaan barang jadi, dan volume produksi yang berada pada fase ekspansi.

Pada periode tersebut beberapa subsektor diprakirakan akan berada pada fase ekspansi, yaitu subsektor makanan, minuman dan tembakau, subsektor semen dan barang galian nonlogam, subsektor pupuk, kimia dan barang dari karet, dan subsektor kertas dan barang cetakan.

Baca juga: Mentan RI tekankan pentingnya industri pengolahan food estate Kalteng
Baca juga: Perusahaan rempah Belanda akan kembangkan industri pala di Papua Barat
Baca juga: Menperin: Industri pengolahan kakao sumbang devisa 549 juta dolar AS

 

Pewarta: Ahmad Buchori
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Mendorong korporatisasi UMKM, memperluas akses pasar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar