Dua rumah warga di Natuna roboh dihantam ombak tinggi

Dua rumah warga di Natuna roboh dihantam ombak tinggi

Petugas Penanggulangan Bencana Kabupaten Natuna, Kepri, membersihkan rumah warga yang roboh dihantam ombak tinggi, Rabu (13/1/2021). ANTARA/Handout/aa.

Kami membersihkan puing-puing rumah yang sudah hancur
Natuna (ANTARA) - Dua unit rumah di kawasan pesisir Kelurahan Ranai, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) roboh akibat dihantam ombak tinggi sekitar pukul 01.20 WIB malam, Rabu.

"Kami terima laporan sekitar pukul 01.20 WIB. Dua unit rumah warga roboh disapu ombak," kata Kepala Seksi Kedaruratan, Logistik, Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bidang Penanggulangan Bencana di Dinas Pemadam Kebakaran Natuna Elkadar Lismana, Rabu.

Elkadar menyebut setelah menerima laporan itu, pihaknya langsung turun ke lokasi kejadian untuk melakukan proses evakuasi.

Proses evakuasi baru bisa dilakukan sekitar pukul 05.00 WIB pagi, karena terkendala ombak tinggi dan gelap malam.

"Kami membersihkan puing-puing rumah yang sudah hancur. Tapi baru satu rumah, satu rumah lainnya masih menunggu izin pemilik rumah, karena sedang tidak ada di tempat," ungkapnya.

Baca juga: Puting beliung terjang Natuna, 11 rumah warga rusak

Baca juga: Banjir rob rendam puluhan rumah warga di Natuna


Lanjut dia, salah satu dari dua pemilik rumah terkena dampak ombak tinggi tersebut ialah warga bernama Ujang. Saat ini, Ujang dan keluarganya sudah mengungsi di rumah tetangga agar lebih aman.

"Kami tengah berkoordinasi dengan pemerintah terkait untuk memperbaiki rumah Pak Ujang," tuturnya

Elkadar mengatakan bahwa kondisi cuaca di perairan Natuna kini sedang ekstrem. Gelombang laut diperkirakan mencapai ketinggian 6 hingga 9 meter dipicu angin kencang dan hujan deras.

Pihaknya turut mengimbau warga yang tinggal di kawasan pesisir agar mengungsi dulu ke rumah tetangga atau naik ke darat, sebab tidak sedikit rumah warga pesisir sudah dalam kondisi miring imbas diterjang ombak tinggi.

"Warga pesisir juga patut waspada bencana puting beliung yang berpotensi terjadi saat cuaca ekstrem seperti ini," imbuhnya.

Lebih lanjut, Elkadar menyampaikan pihaknya tetap siaga memantau ancaman dan dampak bencana alam di pulau terluar Indonesia itu, dengan mengerahkan seluruh potensi tim dan relawan penanggulangan bencana.

Baca juga: Gelombang setinggi hingga 9 meter berpotensi hampiri Laut Natuna

Baca juga: BMKG: Siaga gelombang tujuh meter di Laut Natuna Utara


 

Pewarta: Ogen
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar