Serial original Indonesia kian diminati

Serial original Indonesia kian diminati

Jessica Milla dan Reza Rahadian pada salah satu adegan dalam film "Imperfect". ANTARA News/Starvision.

Saat ini, bukan hanya series Asia yang bersaing, tapi juga series lokal. Apakah akan jadi tren?
Jakarta (ANTARA) - Adanya pandemi ikut mengubah gaya hidup masyarakat, termasuk dalam menikmati hiburan, terlebih, kondisi ini memaksa masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar rumah.

Menurut produser film dari Starvision, Chand Parwez, hal ini menumbuhkan minat yang cukup tinggi ke konten lokal, termasuk film dan serial original Indonesia. Ia bahkan mengatakan, serial original Indonesia bisa menjadi tren konten yang digemari di masa mendatang.

"Saat ini, bukan hanya series Asia yang bersaing, tapi juga series lokal. Apakah akan jadi tren? Menurut saya, iya," kata Parwez dalam jumpa pers virtual "Imperfect The Series", Rabu.

Baca juga: Batal tayang hingga cara baru nonton film hiasi tahun 2020

Lebih lanjut, menurut Parwez, saat ini serial original biasanya diambil dari sebuah karya film yang sebelumnya telah tayang dan berkesan bagi penonton Indonesia.

Hal ini didasari dari besarnya dampak cerita dan tokoh yang sudah melekat ke penontonnya, sehingga timbul rasa ingin tahu bagi penggemar untuk mengenal lebih dalam tokoh dan latar belakangnya lewat serangkaian episode.

"Original series ini berbeda. Kita biasanya bikin dari sebuah karya istimewa, seperti film 'Imperfect'. Ini adalah film besar dan dirindukan, karena isunya banyak untuk diulik mendalam, dan ini adalah nilai lebihnya," jelas Parwez.

Baca juga: "Apa Ada Cinta 2045?", film tentang Indonesia di masa depan

Ketika disinggung soal pilihan untuk memperluas "dunia" dari sebuah film ke bentuk sekuel, menurut Parwez, serial original lebih efektif untuk bercerita, karena ruangnya lebih luas untuk dieksplorasi.

"Kalau misalnya sekuel, ruangnya terbatas. Sementara, series memiliki ruang yang luas dan bisa eksplor cerita dan karakternya secara mendalam," kata dia.

"Sehingga ketika menonton, dari segi kualitas yang bagus, kita bisa eksplor cerita yang besar dan lebih utuh dan detail untuk menikmati cerita," imbuhnya.

Dari sisi penyedia layanan on demand, Country Manager WeTV dan Iflix Indonesia, Lesley Simpson, sependapat bahwa masyarakat Indonesia kian berminat kepada serial Indonesia dan Asia, terutama di masa pandemi.

"Kami sebagai penyedia layanan, ingin menyuguhkan tayangan yang bisa membuat masyarakat betah di rumah dengan fitur yang menghibur," kata Lesley dalam kesempatan yang sama.

"Selain series Indonesia, ada pula series dari China dengan genre silat, action, hingga romcom (komedi romantis). Series Korea juga lengkap dan diminati, pun dengan anime Jepang dan series dari Thailand," pungkasnya.

Baca juga: Ini film Indonesia yang tayang di Netflix pada Januari 2021

Baca juga: Film-film Indonesia yang bisa temani Anda di ujung 2020

Baca juga: Teknologi bantu sineas muda buat film di masa pandemi

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pelarangan film Jadi pemicu indeks kebebasan sipil di Sumbar Buruk

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar