Polda Metro ajukan 50 kamera tilang elektonik tambahan

Polda Metro ajukan 50 kamera tilang elektonik tambahan

Kendaraan melintas di bawah kamera pengawas atau Closed Circuit Television (CCTV) yang terpasang di jalur bus transjakarta, kawasan Pasar Rumput, Jakarta. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww/pri.

Jakarta (ANTARA) - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengajukan pengadaan 50 kamera tilang elektronik (Electronic Traffic Law Enforcement/ETLE) tambahan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada 2021.

"Saat ini kamera ETLE Jakarta ada 53 kamera dan itu adalah tahap kedua, tahun 2021 ini akan kita kembangkan tahap ketiga dengan penambahan sekitar 50 kamera baru," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo saat dikonfirmasi, Kamis.

Sambodo mengatakan pihaknya dalam waktu dekat akan mengajukan proposal perluasan tersebut kepada Pemerintah Daerah DKI Jakarta.

"Proposalnya dalam waktu dekat akan diajukan ke Pemda DKI Jakarta sebagai hibah dari Pemda DKI kepada kita," tambahnya.

Perluasan tahap ketiga tersebut juga akan mencakup pemasang ETLE di jalan tol dan jalur khusus Transjakarta.

"Pengendara yang nyelonong masuk jalur busway bisa tertangkap kamera dan pengendara yang melanggar batas kecepatan di jalan tol bisa tertangkap kamera," tutur Sambodo.

Sambodo juga menyampaikan sistem penegakan hukum lalu lintas dengan kamera tilang elektronik telah terbukti efektif menekan angka pelanggaran berlalu lintas.

Penyataan tersebut juga dikuatkan dengan data yang menunjukkan penurunan angka pelanggaran aturan lalu lintas.

"Data menunjukkan bahwa di titik yang terdapat kamera ETLE terjadi penurunan jumlah pelanggaran yang tercapture kamera, artinya di titik tersebut terjadi peningkatan disiplin berlalu lintas," ujar Sambodo.

"Hal ini menunjukkan efektivitas kamera ETLE dalam peningkatan disiplin berlalu lintas berkendara di Jakarta," ungkap Sambodo.

Pada kesempatan terpisah, calon Kapolri Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo, mengungkapkan rencana untuk mengedepankan sistem penegakan hukum lalu lintas berbasis elektronik atau ETLE.

“Secara bertahap akan mengedepankan mekanisme penegakan hukum berbasis elektronik atau ETLE. Ke depan saya berharap anggota lalu lintas turun di lapangan, mengatur lalu lintas, tidak perlu melakukan tilang. Kita harapkan menjadi ikon perubahan perilaku Polri,” ujar Listyo Sigit dalam uji kelayakan calon Kapolri di Ruang Rapat Komisi III DPR RI, di Jakarta, Rabu.

Menurut Listyo, interaksi antara polisi lalu lintas dan masyarakat dalam pemberian hukuman tilang kerap menimbulkan penyimpangan, harapannya hal itu bisa diatasi dengan optimalisasi penerapan ETLE.

Baca juga: Tilang elektronik efektif tekan pelanggaran
Baca juga: 12 kamera E-TLE dirusak pericuh
Baca juga: Polda Metro ajukan tambahan 60 kamera tilang elektronik pada 2021

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Rizieq Shihab hingga Sabtu sore masih jalani pemeriksaan awal

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar