Menkes: Indonesia masuk 40 negara pertama lakukan vaksinasi COVID-19

Menkes: Indonesia masuk 40 negara pertama lakukan vaksinasi COVID-19

Tangkapan layar - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam webinar bertema "Vaksin COVID-19 untuk Indonesia Bangkit" yang dipantau virtual dari Jakarta, Sabtu (31/1/2021). ANTARA/Tangkapan lyar Youtube Okezone.com/pri.

Menkes: Sekarang kita sudah punya tiga juta yang yang sudah dikirim ke seluruh Indonesia untuk disuntikkan.
Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut sampai saat ini terdapat tiga juta vaksin COVID-19 dengan 15 juta bahan baku vaksin dari Sinovac dan termasuk dari 40 negara pertama di dunia yang bisa melakukan vaksinasi COVID-19.

"Jadi sekarang kita sudah punya tiga juta yang yang sudah dikirim ke seluruh Indonesia untuk disuntikkan, kita akan siap lagi 12 juta di minggu ketiga Februari," kata Budi Gunadi dalam webinar bertema "Vaksin COVID-19 untuk Indonesia Bangkit" yang dipantau virtual dari Jakarta, Sabtu.

Selain itu Menkes juga mengutarakan telah direncanakan akan kembali disiapkan sebanyak 15 juta pada Maret 2021.

Baca juga: Menkes minta tenaga kesehatan bersegera jalani vaksinasi COVID-19

Terkait ketersediaan vaksin, Indonesia sejauh ini telah berhasil mengamankan pasokan dari empat jenis vaksin yaitu Sinovac untuk 125 juta dosis, Pfizer untuk 50 juta dosis, AstraZeneca serta Novavax yang masing-masing juga diamankan 50 juta dosis.

Pengamanan keempat vaksin dengan sumber yang berbeda itu dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan ada negara yang memblokir pengiriman vaksin COVID-19, yang dilakukan untuk memastikan pasokan di dalam negeri.

Baca juga: Menkes sebut dua cara tekan laju COVID-19 pasca kasus tembus 1 juta

Selain itu, Indonesia juga sedang berkoordinasi dengan aliansi untuk vaksinasi global GAVI yang berjanji, mesti belum pasti, untuk memberikan vaksin COVID-19 sekitar 3-20 persen dari populasi atau sekitar 18 juta-108 juta dosis vaksin.

"Indonesia beruntung kita termasuk dari 40 negara pertama yang bisa melakukan vaksinasi ini," kata Budi dan menambahkan bahwa ketersediaan vaksin secara global sangat terbatas dan banyak negara berlomba-lomba mengamankan pasokan vaksin.

Baca juga: Presiden gelar ratas bahas kasus positif COVID-19 yang tembus 1 juta

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Penyandang disabilitas mental dan ODGJ di Kalteng terima vaksin COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar