Kota Malang siap terapkan PPKM skala mikro

Kota Malang siap terapkan PPKM skala mikro

Wali Kota Malang Sutiaji. ANTARA/HO-Humas Pemkot Malang/am.

Bisa meminimalkan dan bisa tracing tingkat penyebaran
Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kota Malang menyatakan bahwa wilayah Kota Malang, akan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro pada 9-22 Februari 2021, untuk meminimalisasi penyebaran COVID-19.

Wali Kota Malang, Sutiaji, mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengikuti kebijakan pemerintah pusat terkait PPKM Mikro. Namun, dia mengaku bahwa Kota Malang sudah jauh-jauh hari menerapkan kebijakan tersebut.

"Kebijakan PPKM mikro itu, Kota Malang sudah menerapkan mulai Juni 2020. Kami sudah menginisiasi Kampung Tangguh," Sutiaji, di Kota Malang, Jawa Timur, Senin.

Sutiaji menambahkan, penerapan PPKM Mikro di Kota Malang tersebut akan dilakukan dengan memperkuat peranan Kampung Tangguh. Hingga saat ini, Kota Malang memiliki 96 Kampung Tangguh.

Baca juga: Forkopimda Jatim gelar operasi penegakan disiplin prokes

Baca juga: Pemprov Jatim hormati keputusan perpanjangan PPKM


Sutiaji menjelaskan, penguatan Kampung Tangguh tersebut dilakukan dengan memperkuat peran RT/RW di Kota Malang. Selain itu, masyarakat juga diminta taat terhadap regulasi dan protokol COVID-19.

Penerapan PPKM mikro tersebut, untuk menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro dan Pembentukan Posko Penanganan COVID-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran COVID-19.

"Bisa meminimalkan dan bisa tracing tingkat penyebaran. Jadi RT/RW kita bisa menekan pelan-pelan sambil kita bisa menekan angka kematian," kata Sutiaji.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan menerapkan PPKM mikro dengan memperkuat satuan Kampung Tangguh. Hingga 7 Februari 2021, jumlah Kampung Tangguh yang ada di Jawa Timur telah mencapai 3.160 dan akan terus bertambah.

Di Kota Malang, hingga saat ini tercatat secara keseluruhan ada sebanyak 5.754 kasus konfirmasi positif COVID-19. Dari total tersebut, sebanyak 4.916 orang dilaporkan telah sembuh, 504 orang dinyatakan meninggal dunia, dan sisanya berada dalam perawatan.

Baca juga: Jatim siapkan kampung tangguh semeru sebagai embrio PPKM mikro

Baca juga: Polda Jatim siapkan 3.500 kampung tangguh kendalikan COVID-19


Pewarta: Vicki Febrianto
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

6 Provinsi teratas kenaikan kasus COVID-19 di Pulau Jawa

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar