Mulai Kamis lawan arah di Tol Cipali KM 122 diperpendek

Mulai Kamis lawan arah di Tol Cipali KM 122 diperpendek

Pekerja mengoperasikan alat berat untuk mengerjakan lajur sementara akibat amblesnya jalan di ruas Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) KM 122, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (10/2/2021). (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)

Mulai besok (Kamis 11/2) rekayasa lalu lintas lawan arah akan diperpendek menjadi satu kilometer, agar lebih lancar,
Cirebon (ANTARA) - Rekayasa lalu lintas lawan arah di Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) KM 122+400 diperpendek menjadi satu kilometer mulai Kamis (11/2),  untuk memperlancar arus kendaraan.

"Mulai besok (Kamis 11/2) rekayasa lalu lintas lawan arah akan diperpendek menjadi satu kilometer, agar lebih lancar,” kata Direktur Operasi Astra Tol Cipali Agung Prasetyo melalui pesan tertulis yang diterima di Cirebon, Jawa Barat, Rabu.

Menurutnya rekayasa lalu lintas lawan untuk menghindari jalan ambles di KM 122+400 dilakukan sepanjang sembilan kilometer yaitu dari KM 126 sampai KM 117.

Baca juga: PVMBG: Km 122 Tol Cipali ambles karena erosi dan curah hujan tinggi

Akan tetapi kondisi lalu lintas terjadi kepadatan mulai KM 126 sampai KM 117, ini imbas dari diberlakukannya lawan arah sejak terjadinya jalan ambles.

"Yang sebenarnya lawan arah sampai sembilan kilometer, akan diperpendek menjadi satu kilometer," tuturnya.

Dia menambahkan untuk rekayasa lalu lintas diperkirakan sampai 10 hari ke depan, sambil menunggu jalan darurat yang dibangun di median selesai dikerjakan.

Baca juga: PUPR gerak cepat tangani ambles di KM 122 Tol Cipali arah Jakarta

Pengerjaan jalan darurat sendiri mulai dikerjakan pada Rabu (11/2) dan diharapkan segera selesai, agar bisa dilalui kendaraan.

Sementara itu penanganan di KM 122 arah Jakarta masih berkoordinasi dengan Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Diperkirakan pekerjaan akan berlangsung selama 1,5 bulan.

"Rekayasa akan dilakukan sampai pembuatan jalan sementara di median selesai dalam 10 hari ke depan," katanya.

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar