Emas naik lagi 5,2 dolar AS, didorong inflasi dan harapan stimulus

Emas naik lagi 5,2 dolar AS, didorong inflasi dan harapan stimulus

Bursa COMEX New York Mercantile Exchange, Amerika Serikat. ANTARA/Globalresearch.ca

kenaikan imbal hasil obligasi membatasi kenaikan emas lebih lanjut
Chicago (ANTARA) - Emas terus merangkak naik pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), memperpanjang keuntungan untuk hari keempat berturut-turut, ketika data indeks harga konsumen, penurunan dolar, dan kemungkinan lebih banyak stimulus fiskal Amerika Serikat meningkatkan daya tarik logam mulia itu.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi COMEX New York Exchange, terangkat lagi 5,2 dolar AS atau 0,28 persen menjadi ditutup pada 1.842,70 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya, Selasa (9/2/2021), emas berjangka naik 3,3 dolar AS atau 0,18 persen menjadi 1.837,50 dolar AS.

Emas berjangka melonjak 21,2 dolar AS atau 1,17 persen menjadi 1.834,20 dolar AS pada Senin (8/2/2021), setelah melambung 21,8 dolar AS atau 1,22 persen menjadi 1.813,00 dolar AS pada Jumat (5/2/2021), dan anjlok 43,9 dolar AS atau 2,39 persen menjadi 1.791,20 dolar AS pada Kamis (4/2/2021).

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Rabu (10/2/2021) bahwa indeks harga konsumen untuk semua konsumen perkotaan naik 0,3 persen pada Januari, sejalan dengan ekspektasi pasar. Namun, analis pasar mencatat bahwa angka itu mungkin rendah secara artifisial karena harga sewa, penggerak utama indeks, telah menurun.

Investor juga tetap waspada terhadap paket stimulus baru pemerintah AS yang menunggu persetujuan Kongres AS, dan kebijakan moneter yang akomodatif, yang pada akhirnya dapat menyebabkan lonjakan tekanan harga. Kongres AS diperkirakan akan meloloskan RUU bantuan sebesar 1,9 triliun dolar AS. Emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang yang kemungkinan besar diakibatkan oleh langkah-langkah stimulus yang meluas.

Lemanya dolar AS  juga mendukung emas. Tapi kenaikan imbal hasil obligasi membatasi kenaikan emas lebih lanjut.

"Emas berada dalam sedikit tarik-menarik," kata analis ED&F Man Capital Markets, Edward Meir, menambahkan bahwa sementara dolar yang lebih lemah sedang bullish, ada ekspektasi bahwa paket stimulus AS yang besar pada akhirnya dapat menyebabkan suku bunga lebih tinggi, yang akan meningkatkan peluang kerugian memegang emas.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 32,4 sen atau 1,18 persen menjadi ditutup pada 27,078 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April melonjak 52,5 dolar AS atau 4,4 persen menjadi menetap di 1.246,90 dolar AS per ounce.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Turunnya harga cabai merah dan emas picu deflasi di Sumbar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar