Sierra Leone aktifkan tanggap darurat menyusul kasus Ebola

Sierra Leone aktifkan tanggap darurat menyusul kasus Ebola

Dokumentasi: Petugas kesehatan memindahkan jasad wanita yang tewas akibat virus Ebola di distrik Abeerden, Freetown, Sierra Leone, Selasa (14/10). (Foto: REUTERS/Josephus Olu-Mammah)

Freetown (ANTARA) - Pemerintah Sierra Leone pada Minggu (14/2) mengaktifkan Sistem Tanggap Darurat Kesehatan ke level dua menyusul adanya tujuh kasus Ebola terkonfirmasi di negara tetangga Guinea.

Kementerian Kesehatan Sierra Leone melalui pernyataan menyebutkan bahwa mereka memiliki semua struktur, yang dibentuk selama penanggulangan Ebola pada 2014-2015.

"Kami akan mengembangkan keahlian dan pengalaman kami untuk menyusun respons yang kuat, yang tidak hanya mencegah masuk Ebola ke negara itu, tetapi jika virus masuk memiliki sistem kuat yang melindungi nyawa seluruh warga Sierra Leone dan juga memutus penularan virus," bunyi pernyataan tersebut.

Baca juga: WHO: Ebola di RD Kongo kini mencapai 60 kasus
Baca juga: Pasien Ebola yang kabur di Kongo picu penyebaran lebih luas


Dengan ditutupnya perbatasan dengan Guinea saat ini, otoritas kesehatan dan pemangku kepentingan setempat, yang berada di distrik yang berbatasan dengan Guinea mendukung untuk memperkuat pengawasan Ebola. Otoritas juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang Ebola, termasuk langkah antisipasi yang tepat, lanjutnya.

Sierra Leone pertama kali dilanda wabah Ebola pada 2014, yang menelan lebih dari 3.000 korban jiwa.

Sumber: Xinhua

Baca juga: Kongo konfirmasi dua kasus Ebola
Baca juga: AS setujui obat Ebola pertama dari Regeneron

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kampanye vaksinasi Ebola dimulai di Kongo

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar