Bupati minta waspadai cuaca saat proses pencarian korban tanah longsor

Bupati minta waspadai cuaca saat proses pencarian korban tanah longsor

Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat. (ANTARA /HO/ Ach)

Nganjuk (ANTARA) - Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat meminta seluruh personel yang terlibat dalam pencarian korban tanah longsor di Desa Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, untuk waspada terhadap cuaca terutama hujan.

"Waspada dan hati-hati, karena kondisi lapangan masih sangat rawan. Kontur tanahnya bergerak dan selepas jam 14.00 WIB itu mengkhawatirkan. Intensitas hujannya," kata Bupati di Nganjuk, Selasa.

Ia berharap cuaca lebih bersahabat saat pencarian para korban tanah longsor tersebut, sehingga semuanya bisa segera ditemukan.

Baca juga: Petugas lanjutkan pencarian korban tanah longsor di Ngetos-Nganjuk

Pihaknya juga menambahkan pemkab sangat prihatin dengan musibah tanah longsor ini. Terdapat 21 warga yang sebelumnya dinyatakan hilang.

Hingga Selasa (16/2) ada 11 orang yang sudah ditemukan. Dari jumlah itu, dua orang selamat sedangkan sisanya meninggal dunia.

Bupati juga mengapresiasi para relawan yang bahu membahu turut mencari para korban. Diharapkan dengan itu pencarian bisa lebih optimal.

Wakil Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menambahkan tim memang fokus untuk pencarian para korban yang belum ditemukan.

"Kami fokuskan pencarian korban yang belum ditemukan. Lokasi satu titik, jadi agak enak (pencarian)," kata Wabup.

Pemkab Nganjuk juga mendapatkan bantuan dari daerah lain untuk alat berat. Jika sebelumnya ada tiga unit alat berat untuk pencarian korban tanah longsor itu, di hari kedua pencarian ini ada tambahan dua alat berat, sehingga total ada lima unit.

Baca juga: SAR evakuasi 26 korban tertimbun longsor di Nganjuk

Di Dusun Selopuro, Desa/Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk itu terdapat total 186 orang yang tinggal. Dari jumlah itu, 25 orang merantau. Namun, 21 warga setempat dilaporkan hilang.

Sementara itu, para pengungsi juga sudah dievakuasi di tiga lokasi, yakni sekolah dasar, dekat dengan lokasi posko utama di kantor kecamatan, lalu rumah kepala desa, dan sisanya ada juga di dapur umum. Lokasi dapur umum cukup luas, sehingga warga juga bisa tinggal sementara.

Kebutuhan para pengungsi juga diperhatikan oleh pemkab, baik soal makanan hingga gizi. Mereka juga mendapatkan bantuan untuk keperluan sehari-hari.

Sebelumnya, Gubernur Jatim sudah meninjau lokasi longsor, pada Senin (15/2). Gubernur juga memberikan bantuan kepada ahli waris yang jenazahnya sudah ditemukan.

Selain itu, Gubernur juga memberikan bantuan beras, mi instan, paket lauk pauk, paket tambah gizi, paket kebersihan, tangki air lipat, family kit, terpal, masker kain, paket sandang hingga velbed.

Gubernur Jatim Khofifah juga mengajak semua masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar utamanya meminimalisir bencana longsor lainnya.

Orang nomor satu di Jatim ini menekankan kepada masyarakat untuk lebih menjaga lingkungan sekitar. Karena setiap kepedulian atau abainya terhadap lingkungan akan berdampak pada kehidupan sekitar.

"Ayo kita lebih peduli dan perhatian terhadap lingkungan kita semua," kata dia. (*)

Baca juga: Pemprov Jatim kirim bantuan korban tanah longsor di Nganjuk
Baca juga: Gubernur Jatim tinjau lokasi bencana longsor di Nganjuk
Baca juga: 12 korban tanah longsor di Nganjuk ditemukan, 10 meninggal

Pewarta: Asmaul Chusna
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Tanah retak ancam ratusan warga di Nganjuk

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar