Kemendag fokus jaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan

Kemendag fokus jaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan

Salah seorang pekerja saat beraktivitas di Lumbung Pangan Jawa Timur di JX International Surabaya yang disiapkan untuk menjamin ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat setempat. ANTARA/Moch Asim

Berdasarkan pantauan Kemendag, secara umum harga barang pokok nasional relatif stabil
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perdagangan fokus menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan yang menjadi kebijakan utama Kemendag, yang dilakukan dengan berkoordinasi bersama Pemerintah Daerah dan instansi terkait untuk mengantisipasi kenaikan harga barang pokok.

“Berdasarkan pantauan Kemendag, secara umum harga barang pokok nasional relatif stabil. Namun, terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan. Hal ini disebabkan adanya perayaan Tahun Baru Imlek dan bencana alam yang dialami beberapa daerah di Indonesia,” kata Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Pengamanan Pasar Sutriono Edi lewat keterangan resmi di Jakarta, Selasa.

Hal tersebut disampaikan Edi saat mengikuti kunjungan kerja reses Komisi VI DPR RI ke Provinsi Bali, yang juga dihadiri para anggota Komisi VI DPR dan mitra kerjanya yang terdiri atas Kementerian BUMN, Badan Perlindungan Konsumen Nasional, BRI, Bank Mandiri, serta PT Pertamina.

Edi menyampaikan dalam mendekati bulan puasa dan Lebaran 2021, Kementerian Perdagangan telah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah dan instansi terkait untuk mengantisipasi kenaikan harga bapok.

“Kemendag juga akan melakukan kegiatan pasar murah di daerah. Pelaksanaan pasar murah bertujuan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan barang kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” tandasnya.

Edi menjelaskan dalam penanganan pandemi untuk pasar rakyat, pada 2020 Kemendag telah menyalurkan bantuan alat pelindung diri ke beberapa pasar di seluruh Indonesia.

Bantuan yang diserahkan berupa masker, pelindung wajah, partisi plastik pembatas antara pedagang dan pembeli, semprotan disinfektan, dan bak cuci tangan portabel.

Secara keseluruhan, Kemendag telah menyerahkan bantuan kepada 216 pasar di 67 kabupaten/kota pada 19 provinsi dengan jumlah masker sebanyak 625.014 buah, pelindung wajah 312.507 buah, partisi 79.240 buah, alat semprot 216 buah, dan bak cuci tangan portabel 432 buah.

Kemendag juga mendorong para pedagang dan pengelola pasar rakyat untuk melakukan digitalisasi pasar dengan transaksi secara daring, baik melalui melalui platform media sosial maupun lokapasar. Untuk mendukung hal tersebut, Kemendag telah melakukan inisiasi membuat nota kesepahaman (MoU), antara lain dengan Gojek dan Tokopedia.

Edi juga mengungkapkan agar mampu bertahan di masa pandemi COVID-19, Kemendag mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk beralih ke niaga elektronik dan melakukan pemasaran dengan platform lokakarya Selain itu, Kemendag telah mengadakan kegiatan bimbingan teknis dan pendampingan untuk peningkatan kualitas produk yang dihasilkan.

“Salah satunya, bekerja sama dengan Group Accor dan BNI. Hal ini bertujuan untuk memasarkan produk yang dihasilkan UMKM ke jaringan hotel Accor di wilayah Bali dan daerah lainnya. Dengan BNI, Kemendag memfasilitasi pemberian akses pemodalan dengan syarat dan bunga yang ringan,” jelasnya.

Sementara untuk akses pasar, Kemendag melakukan pendampingan UMKM melalui kegiatan Export Coaching Program yang bertujuan untuk mencetak calon eksportir menjadi siap ekspor.

Kegiatan ini diperuntukkan bagi para pelaku UMKM untuk menembus pasar mancanegara. Kegiatan Export Coaching Program bekerja sama dengan dinas yang membidangi perdagangan di daerah dengan memberikan pelatihan untuk calon eksportir agar dapat mempersiapkan seluruh aspek yang diperlukan dalam proses ekspor.

Edi menambahkan terkait perjanjian dagang internasional, Kemendag akan mendirikan Export Center di Surabaya yang merupakan pengembangan dari FTA Center. Ruang lingkup daerah pelayanan Export Center ini meliputi Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Provinsi di Pulau Kalimantan.

Export Center bertujuan untuk mempermudah pelaku usaha di daerah memperoleh akses informasi perkembangan terkini mengenai peluang ekspor, regulasi terkait ekspor, dan disampaikan oleh tenaga ahli berpengalaman yang mempunyai jejaring dengan pelaku usaha,” pungkas Edi.

Baca juga: Pemerintah pastikan ketersediaan pangan cukup selama pandemi
Baca juga: Pemerintah perlu jamin ketersediaan pangan selama PPKM Jawa-Bali
Baca juga: Sudin Ketahanan Pangan Jaksel pastikan ketersediaan tahu tempe aman


Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Surplus 30 ribu ton untuk ketersediaan pangan di masa COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar