Dinkes sebut ada klaster COVID-19 pada salah satu instansi Bantul

Dinkes sebut ada klaster COVID-19 pada salah satu instansi Bantul

Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Raharjo (Foto ANTARA/Hery Sidik)

kasus cukup besar dan hasil tracing cukup masif sporadis
Bantul (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan ada klaster penularan virus corona atau COVID-19 di salah satu instansi lingkungan pemerintah setempat, sehingga perlu ada upaya testing atau pemeriksaan kesehatan secara masif.

"Kenapa kita lakukan tes COVID-19 masif untuk aparatur sipil negara (ASN), karena sebetulnya terjadi klaster yang cukup besar di salah satu instansi sebut saja BKAD (Badan Keuangan dan Aset Daerah)," kata Kepala Dinkes Bantul Agus Budi Raharjo di Bantul, Kamis.

Menurut dia, upaya testing atau tes swab secara masif bagi ASN di lingkungan instansi tersebut dilakukan pada Rabu (24/2) dengan menggandeng Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta yang mempunyai armada atau mobil PCR.

"Sehingga di BKAD dari total populasi (ASN) kita swab, karena kasus cukup besar dan hasil tracing cukup masif sporadis di beberapa bidang, sehingga kemudian semua, di komplek Parasamya satu lingkungan di BKAD yang kontak erat kita tracing juga," katanya.

Menurut dia, sebelumnya dinkes telah menggelar tes swab PCR dan hasilnya ada sembilan pegawai di BKAD Bantul positif terpapar COVID-19, sehingga harapannya dengan tes masif dapat segera ditemukan kasus baru dan dilakukan pengobatan.

Baca juga: Kemenkes dorong percepatan proses 3T kendalikan penyebaran COVID-19

Baca juga: Dinkes: Keterisian tempat isolasi COVID-19 di Bantul capai 80 persen


"Kalau dukungan dari BBTKLPP tidak hanya di lingkungan ASN, bukan ASN tidak masalah, cuma kebetulan saja terjadi klaster yang cukup masif di satu dinas, tapi tidak kemudian dinas, kalau misalnya ada di lingkungan pasar pun kita akan layani," katanya.

Agus juga mengatakan, akselerasi upaya 3T yaitu pemeriksaan (testing), penelusuran (tracing) dan pengobatan (treatment) sebagai bagian memutus penyebaran COVID-19 di Bantul akan terus ditingkatkan, bahkan rencananya Bantul akan jadi salah satu pilot project (proyek percontohan) untuk akselerasi 3T secara nasional dari Kemenkes.

Data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Bantul menyebut total kasus positif di Bantul per hari Rabu (24/2) berjumlah 7.621 kasus dengan angka kesembuhan 6.665 orang, sedangkan kasus konfirmasi yang meninggal 226 orang, sehingga pasien positif yang masih menjalani isolasi berjumlah 730 orang.

Baca juga: Dinkes: Kabupaten Bantul zona merah resiko penyebaran COVID-19

Baca juga: Bantul berlakukan karantina mandiri satu komplek Ponpes Krapyak

Pewarta: Hery Sidik
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Sambut Arus Mudik, Dinkes Bantul siagakan puluhan ambulans

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar