Yogyakarta jamin ketersediaan vaksin untuk lansia

Yogyakarta jamin ketersediaan vaksin untuk lansia

Pencanangan vaksinasi COVID-19 untuk warga lansia di Kota Yogyakarta, Jumat (26/2/2021). ANTARA/Eka Arifa Rusqiyati/am.

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Yogyakarta mulai mencanangkan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 untuk warga lanjut usia yang diawali untuk 20 warga dan menjamin ketersediaan vaksin untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

“Pada hari ini menjadi awal pelaksanaan vaksinasi untuk lansia. 14 orang dari perwakilan masing-masing kecamatan ditambah perwakilan dari Komisi Daerah Lansia,” kata Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti saat pencanangan vaksinasi untuk lansia di Yogyakarta, Jumat.

Menurut Haryadi, lansia menjadi salah satu kelompok masyarakat yang diprioritaskan menerima vaksin COVID-19 sebagai upaya untuk meningkatkan imunitas warga dalam menghadapi pandemi COVID-19, terlebih banyak lansia di Kota Yogyakarta yang masih produktif dengan menjalankan beragam aktivitas sehari-hari.

“Oleh karenanya, warga senior di Kota Yogyakarta ini pun harus mendapat perlindungan yang optimal,” katanya.

Baca juga: RSUD Mataram fasilitasi vaksinasi COVID-19 untuk lansia

Baca juga: Pemkot Bandung mulai suntikkan vaksin COVID-19 ke kelompok lansia


Setelah pencanangan, vaksinasi untuk lansia akan dilanjutkan hingga seluruh lansia di Kota Yogyakarta mendapatkan vaksinasi. Di kota tersebut terdapat sekitar 46.000 lansia yaitu warga yang sudah berusia lebih dari 60 tahun.

Proses vaksinasi untuk lansia akan dilakukan bertahap. “Jadi, jangan khawatir tidak mendapat vaksinasi. Akan diatur dan dijadwal agar warga lansia ini bisa mengakses vaksinasi dengan mudah, misalnya di fasilitas kesehatan terdekat dengan domisili atau tempat tinggal mereka,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Emma Rahmi Aryani mengatakan pada tahap awal sudah mengalokasikan sekitar 10.000 dosis vaksin untuk lansia dan jumlahnya akan terus ditambah karena pemerintah menjamin kebutuhan vaksin lansia terpenuhi.

Lansia yang ingin mengakses vaksin, lanjut dia, dapat mendaftar secara aktif melalui laman resmi yang sudah disiapkan atau mendaftar secara kolektif melalui kelurahan dan kecamatan.

“Kami sedang mencari cara yang paling tepat untuk melakukan pendaftaran vaksinasi untuk lansia. Misalnya mengelompokkan lansia berdasarkan domisili atau tempat tinggal agar mereka bisa mengakses layanan kesehatan terdekat untuk vaksinasi,” katanya.

Berdasarkan informasi dari DIY, Emma menyebut sudah ada sekitar 6.000 lansia yang mendaftar untuk vaksinasi. Namun, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta belum memilah data tersebut.

“Dimungkinkan masih ada lansia yang berasal dari luar Kota Yogyakarta. Kami belum memilah datanya. Pada tahap awal ini, seharusnya vaksinasi lansia baru ditujukan untuk lansia di ibukota provinsi,” katanya.

Emma berharap vaksinasi untuk lansia tersebut dapat meningkatkan imunitas warga berusia lebih dari 60 tahun terhadap serangan virus Corona. “Banyak kasus terkonfirmasi positif COVID-19 yang dialami lansia, dan kebanyakan kasus kematian juga dialami lansia,” katanya.

Dengan vaksinasi, diharapkan imunitas tubuh semakin baik dan jika terjadi serangan virus maka bisa menurunkan tingkat keparahan kasus.

Saat ini, vaksinasi COVID-19 di Kota Yogyakarta dapat diakses di 31 fasilitas kesehatan dan akan terus ditambah. “Sudah ada empat RS ibu dan anak serta 27 klinik yang mengajukan. Tapi akan kami verifikasi lagi terkait kesiapan mereka,” katanya.

Salah satu lansia yang mengikuti vaksinasi, Yohanes Wahyu Saronto (78) mengatakan, tidak merasa sakit saat disuntik vaksin. “Tidak terasa apapun saat disuntik. Tidak sakit. Efek samping juga tidak ada. Tentunya, vaksinasi ini harus didukung bersama-sama,” katanya.*

Baca juga: Pemerintah akan perluas cakupan vaksinasi COVID-19

Baca juga: Wagub DKI sebut belum ada keluhan vaksin COVID-19 dari lansia

Pewarta: Eka Arifa Rusqiyati
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kemenkes sinergikan tiga pilar untuk vaksinasi di malam hari

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar