Inovator 4.0 dukung desa-desa maju dengan inovasi

Inovator 4.0 dukung desa-desa maju dengan inovasi

Ketua Inovator 4.0 Indonesia Budiman Sudjatmiko saat dialog interaktif yang digelar Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) Provinsi Kalbar tentang "Keterbukaan Informasi Publik", di Pontianak, Kamis (5/12/2019). ANTARA/Teguh

Ada 74.954 desa yang harus didorong menjadi desa maju. Jika 10 persen diantaranya saja bisa menjadi "silicon villages", ...
Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Inovator 4.0 Budiman Sudjatmiko mendukung desa-desa di Indonesia maju dengan berinvestasi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dan inovasi.

"Bagaimana dana desa Rp1 miliar, Rp1,5 miliar atau Rp 2 miliar per tahun dipakai untuk investasi sumber daya manusia desa kemudian dipakai untuk investasi di dalam perusahaan teknologi dan menjadikan badan usaha milik desa sebagai perusahaan teknologi lima tahun ke depan, bukan mustahil, itu harus dilakukan. Dan tidak ada pilihan lain memang harus ke sana melakukannya," kata Budiman dalam seminar virtual Industri 4.0 dan Konsep Silicon Valley Indonesia dipantau dari Jakarta, Jumat.

Dia berharap desa-desa di Indonesia ke depan akan tampil menjadi "silicon villages", yakni desa teknologi 4.0, atau desa maju berbasis teknologi dan inovasi revolusi industri 4.0.

Ada 74.954 desa yang harus didorong menjadi desa maju. Jika 10 persen diantaranya saja bisa menjadi "silicon villages", maka dampaknya akan besar terutama untuk kemajuan dea, perekonomian desa dan kesejahteraan masyarakat desa.

Dengan demikian, penggunaan dana desa dapat makin dioptimalkan, karena dana desa itu bukan cuma digunakan untuk membangun jalan aspal dan gapura setiap tahunnya, namun digunakan untuk dampak yang lebih besar bagi kesejahteraan desa dengan berinvestasi pada kegiatan penelitian dan pengembangan dan perusahaan teknologi.
Baca juga: Mendes PDTT: Inovasi desa erat kaitannya dengan peningkatan ekonomi
Baca juga: Kemendes PDTT gaungkan Satu Desa Satu Inovasi, pacu produktivitas desa


Desa-desa tersebut akan memiliki sumber daya manusia yang mampu berinvestasi bagi teknologi dan memiliki perusahaan teknologi.

"Jadi perusahaan teknologi bukan cuma miliknya orang-orang di Silicon Valley di Amerika bukan cuma miliknya orang-orang di Bangalore di India, bukan cuma milik orang China di Shanghai atau Silicon Valley di Inggris atau Silicon Wadi di Israel atau di Dubai tidak tetapi juga silicon villages desa-desa silikon desa-desa teknologi 4.0," ujarnya.

Budiman menuturkan pihaknya sedang menggagas pembangunan Silicon Valley Indonesia di daerah Sukabumi, Jawa Barat. Dari tempat itulah, nantiny akan banyak kegiatan penelitian dan pengembangan yang berorientasi pada teknologi revolusi industri 4.0 termasuk bioteknologi, nanoteknologi, komputer kuantum, semikonduktor, dan teknologi penyimpanan energi.

"Bayangkan perusahaan teknologi di Sukabumi tetapi yang memiliki adalah orang-orang desa," ujarnya.

Dia membayangkan desa memiliki satu perusahaan teknologi seperti yang bergerak di bidang brain-computer interface, biomedis, bioinformatika, robotik, dan drone. Perusahaan itu dikelola oleh badan usaha milik desa.
Baca juga: Wapres luncurkan desa inovasi, salah satunya ada di Gorontalo

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Akses internet yang menjadikan Desa Campurejo bergerak maju

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar