Romania kirim bantuan pertama vaksin AstraZeneca untuk Moldova

Romania kirim bantuan pertama vaksin AstraZeneca untuk Moldova

Botol dengan stiker bertuliskan, "COVID-19 / vaksin Coronavirus / Injeksi" dan jarum suntik medis terlihat di depan logo AstraZeneca yang ditampilkan dalam ilustrasi (31/10/2020). (ANTARA/REUTERS/Dado Ruvic/aa.)

Terima kasih, Romania! Terima kasih, Uni Eropa!
Bucharest (ANTARA) - Romania pada Sabtu (27/2) mengirimkan sumbangan pertama vaksin COVID-19 AstraZeneca ke Moldova sehingga negara tetangganya itu pekan depan bisa mulai melakukan vaksinasi pada para pekerja medis.

"Romania menepati janji... Hari ini kami mengirimkan sekelompok dosis pertama, 21.600 vaksin AstraZeneca," tulis Perdana Menteri Romania Florin Citu di halaman Facebook-nya.

"Ini adalah gelombang pertama dari total 200.000 yang kami tawarkan sebagai bantuan kemanusiaan. Sisanya akan menyusul dalam beberapa bulan mendatang."

Pada Desember 2020, Presiden Romania Klaus Iohannis mengatakan Bucharest akan menyumbangkan 200.000 dosis vaksin untuk Moldova, sebagai tanda solidaritas setelah terpilihnya Presiden Maia Sandu, yang pro-Barat.

Sandu memimpin delegasi untuk menerima vaksin di bandara Chisinau saat kiriman tiba dengan pesawat ambulans udara merah dari Romania.

Moldova dan Romania memiliki hubungan sejarah, bahasa, dan budaya yang erat.

"Terima kasih, Romania! Terima kasih, Uni Eropa!" tulis Sandu di Facebook.

Sandu, mantan ekonom Bank Dunia, dalam pemilihan presiden Moldova mengalahkan petahana yang pro-Moskow, Igor Dodon. Sandu berjanji akan memerangi korupsi yang meluas serta mengembalikan hubungan Moldova dengan Uni Eropa ke jalurnya.

Baca juga: Tokoh oposisi Maia Sandu menang pilpres Moldova

Moldova, negara Eropa timur berpenduduk 3,5 juta jiwa, selama ini menjadi ajang perebutan pengaruh oleh negara-negara Barat dan Rusia.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, Moldova diguncang ketidakstabilan dan skandal korupsi, termasuk raibnya dana satu miliar dolar AS (sekitar Rp14,2 triliun) dari sistem perbankan.

Pengadaan vaksin Moldova telah menimbulkan pertikaian politik dalam negeri karena Dodon menuduh Sandu berusaha memblokir masuknya vaksin Sputnik V buatan Rusia. Tuduhan itu dibantah oleh kantor Sandu.

Pemerintah mengatakan pihaknya berharap pengiriman pertama vaksin melalui COVAX --skema global pengadaan vaksin bagi negara-negara miskin-- akan tiba di Moldova pada 3 Maret.

Moldova dan tetangganya, Ukraina, merupakan dua negara termiskin di Eropa. Mereka tertinggal dari negara-negara lain di benua itu dalam memperoleh pasokan vaksin.

Moldova dan Ukraina menyambut baik sumbangan dari pemerintah negara-negara sahabat.

Sumber: Reuters

​​​​​​​Baca juga: PM Moldova terinfeksi virus corona

Baca juga: EU teken kontrak untuk beli 300 juta dosis lagi vaksin Pfizer

Baca juga: Uni Eropa akan distribusikan surplus vaksin ke negara berkembang

Penerjemah: Tia Mutiasari
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kilas NusAntara Edisi COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar