Menkes: Perlu gandeng TNI/Polri gencarkan pelacakan kasus COVID-19

Menkes: Perlu gandeng TNI/Polri gencarkan pelacakan kasus COVID-19

Menkes Budi Gunadi Sadikin bersama Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, dan Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi Sulistyono serta Dandim 0729/Bantul Letkol (Inf) Agus Indra Gunawan berfoto bersama di Puskesmas Bambanglipuro Bantul, DIY (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Nah untuk 'testing, tracing' ini masih lemah kita, makanya penularan naik terus
Bantul (ANTARA) - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan perlunya menggandeng aparat TNI/Polri di desa untuk menggencarkan upaya pelacakan terhadap kontak kasus konfirmasi positif COVID-19 guna percepatan penemuan kasus baru dan penanganannya.

"Nah untuk 'testing, tracing' ini masih lemah kita, makanya penularan naik terus, satu jadi lima kasus, lima jadi 500 kasus, 500 jadi lima juta kasus," kata Menkes Budi Gunadi di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin.

Hal itu disampaikan Menkes saat kunjungan kerja di Puskesmas Bambanglipuro Bantul dalam rangka Penguatan Puskesmas dalam Akselerasi Testing, Tracing dan Treatment (3T) dengan dukungan keterpaduan tenaga kesehatan, TNI/Polri dan pemberdayaan masyarakat.

Baca juga: Menkes: Dibutuhkan 89 ribu Bhabin-Babinsa untuk jadi pelacak COVID-19

"Untuk itu perlu disiplin teman-teman di puskesmas, dan untuk pelacakan ada aturannya 30 per 100 ribu populasi, jadi kira-kira butuh 80 ribu se-Indonesia, bagaimana caranya?, paling cepat pakai Bhabinkamtimas dan Babinsa karena di desa-desa ada, minta tolong mereka," kata Menkes.

Perlunya keterlibatan Bhabinkamtibmas dan Babinsa sebagai tenaga pelacak itu karena aparat TNI/Polri tingkat desa itu yang mengetahui kondisi di daerah masing-masing, kemudian penanggulangan COVID-19 ini juga diibaratkan sebuah perang melawan wabah virus corona.

Baca juga: Menkes ingin strategi 3T digencarkan, kurangi laju penularan COVID-19

"Karena ini perang, tapi perangnya beda, biasanya yang dihadapi teroris tapi ini virus, musuhnya, ancamannya beda bentuknya, jadi butuh intel tapi tidak pakai sadap ataupun handphone, namun pakai colok hidung (tes COVID-19)," katanya.

Meski demikian, kata Menkes, strategi yang dilakukan di Kabupaten Bantul dalam penanggulangan COVID-19 sudah berjalan baik, dengan gencar melakukan tes COVID-19 terhadap kontak erat kasus positif, dan begitu ditemukan kasus baru, langsung dilakukan pelacakan lagi.

Baca juga: Menkes tegaskan vaksin gotong royong harus gratis

"Saya kagum Bantul jalaninnya sudah benar, jadi strategi perang sudah benar, begitu kena testing tracing diperlancar, kontak eratnya siapa, dites lagi," katanya.

"Saya ucapkan terima kasih kepada Kapolres sama Dandim yang sudah membantu, karena untuk melacak ini perlu orang yang tahu dan kenal kondisi daerah, karena kita tidak tahu si kasus positif ini ke mana saja, kalau di rumah sama siapa, kalau kerja ketemu siapa, yang tahu cuma Babinsa, Bhabinkamtibmas," katanya.

Baca juga: Menkes: Pemerintah belum tetapkan harga vaksin mandiri

 

Pewarta: Hery Sidik
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menkes tambah 400 ribu dosis vaksin untuk Kalbar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar