ATR/BPN: RTR seluruh Indonesia direvisi untuk mitigasi bencana

ATR/BPN: RTR seluruh Indonesia direvisi untuk mitigasi bencana

Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Abdul Kamarzuki. ANTARA/Tangkapan layar/aa.

Jakarta (ANTARA) - Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Abdul Kamarzuki mengatakan saat ini rencana tata ruang (RTR) daerah di seluruh Indonesia sedang direvisi dengan memasukan aspek pencegahan dan mitigasi bencana.

Abdul dalam Rakornas Penanggulangan Bencana Tahun 2021 yang dipantau secara daring di Jakarta, Jumat, menjelaskan bahwa masalah mengenai tata ruang yang sebelumnya tumpang tindih kini tengah dibenahi sebagai implementasi dari UU Cipta Kerja yang mentaur mengenai tata ruang.

"Sebelum adanya UU Cipta Kerja, rencana tata ruang telah disusun di beberapa daerah, sekitar 90 persen daerah sudah memiliki rencana tata ruang. Bamun karena masih banyak masyarakat yang belum memahami dan kualitas tata ruang yang belum baik, sehingga banyak tumpang tindih izin penerbitan tata ruan. Dengan UU Cipta Kerja ini dibenahi, diharapkan tidak ada lagi kekusutan," kata Abdul.

Baca juga: DPD: Sosialisasikan regulasi tata ruang untuk hindari masalah bangunan

Saat ini penyusunan rencana tata ruang melibatkan pertimbangan berbagai macam aspek dengan dilakukan kajian oleh berbagai institusi yang berwenang. Kajian dari berbagai aspek tersebut akan dijadikan syarat pertimbangan dalam memberikan penerbitan izin tata ruang. Selain itu, kini pemerintah membuat proses penerbitan izin tata ruang menjadi transparan dengan bisa diakses langsung oleh publik.

Kini, kata Abdul, rencana tata ruang di seluruh Indonesia sedang direvisi dengan memasukan kajian dari berbagai aspek termasuk salah satunya pencegahan dan mitigasi bencana.

"Produk tata ruang ke depan sudah mengakomodir upaya mitigasi dan pencegahan bencana. Ini kita terapkan ke seluruh daerah Indoensia yang sedang melakukan revisi perencanaan tata ruang," kata dia.

Abdul mencontohkan hasil perencanaan tata ruang di wilayah pesisir Kota Palu dengan mempertimbangkan potensi bencana tsunami. Dalam perencanaan tersebut, lanjut dia, telah menyusun letak pemukiman yang aman, jalur evakuasi, batas wilayah yang berisiko, dan lainnya.

Baca juga: Kementerian ATR: Pelanggaran tata ruang terbanyak ada di perkotaan

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kepala BNPB perintahkan seluruh BPBD siapkan SOP mitigasi bencana​​​​​​​

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar