Laporan dari Kuala Lumpur

Parlemen Perak terdakwa pemerkosa PRT WNI pindah ke partai pemerintah

Parlemen Perak terdakwa pemerkosa PRT WNI pindah ke partai pemerintah

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Negara Bagian Perak terdakwa pemerkosa Pembantu Rumah Tangga (PRT) Warga Negara Indonesia (WNI) Paul Yong Choo Kiong tiba di Mahkamah Ipoh Jumat (23/08/2019). Dalam persidangan terdakwa membayar uang jaminan RM15.000 atau Rp50.000.000 kepada mahkamah agar tidak ditahan dan meminta mahkamah mencabut dakwaan kepadanya. ANTARA /Agus Setiawan/ama.

Kuala Lumpur (ANTARA) - Anggota parlemen Ipoh Perak, Paul Yong Choo Kiong, terdakwa pemerkosa pembantu rumah tangga (PRT) warga negara Indonesia (WNI),  pindah partai dari partai oposisi Partai Aksi Demokratik (DAP) ke partai pemerintah Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu).

"Formulir masuk mereka diterima pada Desember 2020 sebagai anggota Bersatu dengan melibatkan Paul Yong di Divisi Batu Gajah sedangkan Sivasubramaniam di Divisi Ipoh Barat," ujar Sekretaris Bersatu Perak, Datuk Zainol Fadzi Paharudin kepada media, Jumat.

Sivasubramaniam pada 26 Juni tahun lalu bergabung dengan Gerakan setelah meninggalkan DAP menyusul perubahan pemerintahan Pakatan Harapan (PH) menjadi Perikatan Nasional (PN) di Perak sementara Paul Yong menjadi anggota dewan independen setelah meninggalkan DAP dengan Sivasubramaniam.

Sebelumnya Pengadilan Tinggi menetapkan 30 Maret hingga 9 April 2021 untuk memulai persidangan kasus pemerkosaan pembantu asal Indonesia yang melibatkan Anggota Majelis Negara (ADUN) / parlemen Tronoh, Paul Yong Choo Kiong.

Hakim Datuk Hashim Hamzah menetapkan tanggal persidangan sembilan hari ketika kasus itu disebutkan lagi di hadapannya.

Sebelumnya dalam persidangan, Datuk Rajpal Singh mewakili Choo Kiong, 50, telah mengangkat masalah tentang metode pembuktian dan penerapan Undang-Undang Perlindungan Saksi 2009 dalam kasus tersebut.

Menurut dia, pembela menentang penggunaan tindakan yang diterapkan kepada korban dan saksi selain Pasal 265 (A) KUHAP oleh penuntut untuk bersaksi melalui tautan video.

Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Kuala Lumpur, Yoshi Iskandar ketika dikonfirmasi mengatakan pihaknya akan terus mengikuti perkembangannya.

Baca juga: Eks pejabat Negara Bagian Perak pemerkosa WNI disidangkan lagi
Baca juga: KBRI KL : Penundaan sidang perkosaan tekan moral PRT Indonesia
Baca juga: KBRI hormati Malaysia dalam pengungkapan kasus pemerkosaan WNI

Pewarta: Agus Setiawan
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Tim gabungan amankan 53,6 kg sabu di perbatasan RI-Malaysia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar