Liga Inggris

Fernandes tak terima dikritik bermain buruk lawan Enam Besar

Fernandes tak terima dikritik bermain buruk lawan Enam Besar

Gelandang Manchester United Bruno Fernandes usai pertandingan melawan Crystal Palace di Selhurst Park, London, Inggris, 3 Maret 2021. ANTARA/Pool via REUTERS/MATTHEW CHILDS.

Jakarta (ANTARA) - Gelandang Manchester United Bruno Fernandes menepis kritik terhadap penampilannya dalam melawan tim-tim "Enam Besar" Liga Premier musim ini.

Tim Ole Gunnar Solskjaer memang tak pernah bisa mengalahkan tim-tim top Liga Inggris musim ini dan Fernandes pun hanya bisa mencetak satu gol dari tendangan penalti saat kalah 1-6 melawan Tottenham Hotspur.

Pemain asal Portugal itu berkesempatan memperbaiki catatannya ketika United menghadapi Manchester City Minggu malam nanti. Dia menegaskan bisa mengatasi tekanan dalam pertandingan-pertandingan besar.

Baca juga: Bruno Fernandes sumbang dwigol ketika MU hancurkan Sociedad 4-0

"Saya tak tahu apa yang dimaksud orang-orang dengan 'enam besar' karena tim-tim itu ada dalam enam besar klasemen," kata dia kepada Sky Sports. "Saya mencetak gol dan assist saat menghadapi mereka. Saya mencetak gol musim ini ketika melawan Tottenham. Tapi sejumlah orang tidak menganggap penalti saya!

"Saya tahu orang mengharapkan Bruno mencetak gol atau assist dalam setiap pertandingan karena ketika saya tiba saya bermain bagus sekali. Jika Anda lihat statistik saya, semua orang beranggapan Bruno mencetak gol dalam setiap pertandingan, Bruno harus menciptakan assist pada setiap pertandingan."

"Saya melihat orang membahas Bruno tidak bermain bagus-bagus amat saat melawan 'enam besar.' Orang bilang Bruno terlalu sering kehilangan bol ketika kami kalah dalam satu pertandingan."

Baca juga: Manchester United bantai Southampton 9-0

"Juga, dalam pertandingan melawan (Istanbul) Basaksehir, saya mencetak dua gol dan saya banyak kehilangan bola, tapi orang bilang saya pemain terbaik dalam laga itu. Jadi apa sih maksudnya?"

Fernandes adalah pencetak gol terbanyak MU musim ini dengan 22 gol. Dia mengkritik anggapan statistik lebih penting daripada penampilan.

"Saya menyaksikan wawancara Luke (Shaw) yang mengatakan 'orang kini lebih memperhatikan statistik ketimbang penampilan.' Dan ini benar. Karena kini mereka lebih mengharapkan saya menciptakan gol dan assist, dan bukannya penampilan."

"Mereka tak mempedulikan penampilan Bruno, mereka tidak peduli soal merebut bola atau berapa banyak saya menciptakan peluang, karena saya bisa menciptakan 10 peluang tetapi saya tak mencetak gol, orang akan bilang Bruno tak bermain bagus," sambung dia.

"Tetapi ini sepakbola, sepak bola itu momen," pungkas dia.

Baca juga: Bruno Fernandes habiskan 45 menit berlatih tendangan bebas, kata Ole

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Direksi TVRI patahkan alasan Dewas pecat Helmy soal tayangan asing

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar