Rekomendasi CDC usai divaksin COVID-19 soal bertemu orang dan liburan

Rekomendasi CDC usai divaksin COVID-19 soal bertemu orang dan liburan

Ilustrasi - Pertemuan bisnis. ANTARA/Shutterstock/pri.

Jakarta (ANTARA) - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyatakan orang-orang yang telah divaksinasi penuh (lengkap) bisa mengadakan pertemuan skala kecil tanpa masker dengan orang-orang yang tidak divaksinasi berisiko rendah terkena COVID-19 parah.

Secara khusus, mereka juga bisa mengunjungi orang yang tidak divaksinasi dari satu rumah tangga dan berisiko rendah terkena COVID-19 parah.

"Tingkat kewaspadaan harus ditentukan karakteristik orang yang belum divaksinasi, yang tetap tidak terlindungi dari COVID-19," kata CDC.

CDC juga menyatakan orang yang sudah divaksinasi lengkap dapat bersosialisasi di dalam ruangan dengan orang lain yang (juga sudah divaksinasi lengkap) tanpa jarak, dapat melewatkan karantina dan pengujian jika terpapar kasus COVID-19 tanpa gejala. Namun, mereka masih harus memantau gejala selama 14 hari.

Baca juga: Pastikan tekanan darah normal sebelum vaksinasi COVID-19

Walau begitu, CDC akan memperbarui rekomendasinya karena pertimbangan lebih banyak orang yang divaksinasi, tingkat penyebaran virus di komunitas berubah dan bukti ilmiah tambahan tersedia.

Hal yang masih dilarang
CDC masih menyarankan agar semua orang termasuk orang yang divaksinasi, tidak melepas masker dan abai menjaga jarak fisik di sekitar mereka yang tidak divaksinasi yang berisiko tinggi.

Tetaplah hindari keramaian serta tempat yang berventilasi buruk dan jangan lupa menjaga kebersihan tangan.

"Kita masih harus berhati-hati. Kita seharusnya tidak menganggap vaksinasi sebagai baju zirah, seolah-olah Anda kebal terhadap segalanya," kata pakar penyakit menular di Vanderbilt University School of Medicine, William Schaffner seperti dikutip dari Health.

Ahli epidemiologi di Johns Hopkins, Kate Grabowski mengingatkan, saat ini masih banyak orang yang belum divaksinasi dan tingkat penularan COVID-19 masih sangat tinggi.

Bagaimana soal bepergian dan makan di restoran? CDC belum memperbarui panduan perjalanannya. Saat ini mereka masih menyarankan orang untuk menghindari perjalanan yang tidak penting.

Jadi, meskipun Anda telah divaksinasi penuh, naik kereta api, pesawat, atau bus ke rumah nenek ketika negara masih dalam pandemi serius tidak disarankan.

"Kita tahu banyak varian telah muncul dari luar negeri dan koridor perjalanan adalah tempat di mana orang banyak berbaur. Jadi, sementara CDC mungkin mempertimbangkan masalah perjalanan dalam panduan di masa mendatang, untuk saat ini, kami mencoba untuk menahan perjalanan," ujar Direktur CDC Rochelle Walensky.

Grabowski mengaku belum berencana untuk makan di restoran dalam ruangan meskipun dia sendiri telah divaksinasi. Dia menunggu tingkat infeksi turun secara substansial.

Baca juga: Batasi makanan berminyak sebelum vaksin

Baca juga: Sudah divaksin, apa yang terjadi bila tidak mendapat suntikan kedua?

Baca juga: Kiat dokter kurangi efek samping vaksin COVID-19

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021

10 juta bahan baku Vaksin Sinovac tiba di Indonesia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar