Riza: Penyerahan BST tahap 2 tertunda karena ada perbaikan data

Riza:  Penyerahan BST tahap 2 tertunda karena ada perbaikan data

Warga menunjukan buku tabungan dan kartu debit usai mengambil Bantuan Sosial Tunai (BST) di SMAN 111, Jakarta, Selasa (19/1/2021). Pemprov DKI Jakarta menyalurkan BST sebesar Rp300 ribu per KK kepada 1.055.216 KK mulai Januari hingga April 2021. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj.

Kami melakukan pemutakhiran data melalui musyawarah kelurahan, itu sudah dilaksanakan
Jakarta (ANTARA) - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengatakan pencairan BST tahap dua sempat tertunda dari jadwal yang seharusnya berlangsung Februari 2021 karena adanya perbaikan data keluarga penerima manfaat.

"Penundaan  dilakukan karena adanya perubahan data seperti  penerima manfaat meninggal dunia, pindah dari kota Jakarta, perubahan status perkawinan, program keluarga harapan, hingga telah memiliki penghasilan tetap (perubahan status ekonomi)," kata Riza dalam diskusi Balkoters Jaya di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Anggota DPRD DKI: BST sudah bagus tetapi tetap harus ada perbaikan

Riza meyakinkan BST tersebut akan segera disalurkan pada minggu kedua bulan Maret secara serentak melalui rekening Bank DKI.

"Untuk tahap 2 akan segera dilaksanakan, karena perbaikan sudah rampung," ucap Riza.

Riza menjelaskan jumlah penerima BST tahap 2 setelah pemutakhiran data oleh Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta terdapat penurunan di mana jumlah penerima BST tahap 1 pada Januari sebanyak 1.992.098 KK dan setelah pemutakhiran data, jumlah penerima BST tahap 2 sebanyak 1.805.216 KK.

Baca juga: DKI mutakhirkan data penerima BST untuk pastikan distribusi lancar

"Kami melakukan pemutakhiran data melalui musyawarah kelurahan, itu sudah dilaksanakan," kata Riza.

Politikus Gerindra ini mengatakan, pihaknya sejak awal pandemi telah mendukung bantuan sosial diberikan secara tunai sebab mampu menggerakkan ekonomi. Berbeda halnya dengan bantuan sosial sembako yang hanya menguntungkan pengusaha-pengusaha besar yang mendapatkan pengadaan dari sembako bansos tersebut.

"Mudah-mudahan dengan adanya BST dapat menggerakkan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi yang merata dan nilainya utuh tidak kurang Rp300 ribu. Kalau sembako, ada pihak-pihak yang diuntungkan jadi tidak utuh sebanyak Rp300 ribu," ujarnya.

Baca juga: Penyaluran BST Jakarta diklaim tak alami masalah

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui apakah dirinya terdaftar dalam penerima BST tahap 2 untuk pencairan minggu kedua Maret 2021, bisa melakukan pengecekan dengan cara:
1. Masuk ke laman corona.jakarta.go.id/informasi-bantuan-sosial;
2. Masukkan Nomor Kartu Keluarga (KK) di kolom yang tersedia;
3. Kemudian klik "Cari";
4. Setelahnya masyarakat dapat melihat apakah termasuk ke dalam daftar penerima BST DKI tahap 2 Maret 2021 sebesar Rp300 ribu.

Diketahui, uang bantuan BST tahap 2 yang menjadi tanggung jawab Pemprov DKI, akan disalurkan melalui rekening Bank DKI sebesar Rp300 ribu per bulan. Penerima BST akan diberikan Kartu Tabungan dan Kartu ATM Bank DKI sebagai alat transaksi untuk mencairkan uang bantuan.

Sementara, BST yang berasal dari pemerintah pusat, akan disalurkan melalui PT Pos Indonesia.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Anies lepas kontingen DKI Jakarta bertanding ke PON XX Papua

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar