Iran menolak rencana bertahap atasi sengketa nuklir

Iran menolak rencana bertahap atasi sengketa nuklir

Dokumentasi - Suasana pembangunan kembali reaktor nuklir di Kota Arak, Iran, Senin (23/12/2019). (ANTARA FOTO/West Asian News Agency via REUTERS/wsj.)

Teheran (ANTARA) - Iran menolak rencana langkah demi langkah untuk menyelesaikan sengketa perjanjian nuklir 2015, yang juga dikenal sebagai rencana aksi menyeluruh bersama ( Joint Comprehensive Plan of Action) atau JCPOA dengan Amerika Serikat, menurut pejabat keamanan Iran kepada Press TV, Rabu (10/3).

Iran hanya akan mau menerima penghapusan sanksi oleh Amerika Serikat melalui cara yang dapat diverifikasi sebelum akhirnya kembali ke JCPOA, kata pejabat yang merahasiakan identitasnya.

Pemerintahan AS yang baru gagal mencabut sanksi, yang diberlakukan terhadap Iran oleh mantan tim di Gedung Putih setelah AS angkat kaki dari JCPOA pada Mei 2018.

Satu-satunya cara bagi Teheran untuk mengingat komitmennya, yang dilonggarkan, berdasarkan perjanjian itu yakni supaya Washington mencabut semua sanksi, kata pejabat itu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, pada Senin  (8/3) mengatakan bahwa Iran "tidak mempertimbangkan" rencana langkah demi langkah untuk menyelesaikan sengketa nuklir.

Sumber: Xinhua

Baca juga: Menlu Irlandia akan bertemu Presiden Iran bahas perjanjian nuklir
Baca juga: AS serang bangunan milisi yang didukung Iran di Suriah
Baca juga: Iran produksi pengayaan uranium lebih cepat dari yang ditetapkan UU

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar