Qualcomm yakin krisis chip segera berakhir

Qualcomm yakin krisis chip segera berakhir

Dokumentasi - Logo Qualcomm terlihat dari salah satu gedung perusahaan di San Diego, California, Amerika Serikat, pada Kamis (17/9/2020). ANTARA/REUTERS/Mike Blake/am.

Jakarta (ANTARA) - CEO Qualcomm Inc Steve Mollenkopf mengatakan ada perbaikan untuk upaya mengatasi kekurangan pasokan chip yang menggangu sejumlah industri.

Menurut dia, dikutip dari Reuters, Senin, kekurangan pasokan untuk chip model lama lebih mudah diatasi.

"Ada kemampuan pasar untuk menjawab lebih cepat untuk beberapa chip model lama, dibandingkan model yang lebih baru. Bergantung pada produk, mungkin Anda berada di posisi yang lebih baik untuk mendapatkan perbaikan," kata Mollenkopf, saat acara virtual China Development Forum.

Baca juga: China: Dunia kekurangan pasokan chip

Baca juga: Krisis chip hentikan produksi Volvo di China dan Amerika


Pada acara yang sama, CEO Micron Technology Inc, Sanjay Mehotra, mengatakan produsen chip berupaya menambah pasokan sejalan dengan permintaan yang terus tumbuh.

Permintaan chip naik beberapa bulan ini, kepanikan membuat kapasitas semakin terdesak dan menaikkan biaya hingga ke komponen termurah untuk hampir semua chip mikro.

Kekurangan pasokan ini dipicu berbagai faktor, antara lain pabrik yang sempat tutup karena pandemi, kesalahan menghitung permintaan dan perang dagang Amerika Serikat dengan China.

Krisis chip semula terasa di industri otomotif, belakangan meluas hingga ke industi perangkat elektronik dan ponsel.


Baca juga: Mazda: 7.000 kendaraan akan terdampak krisis chip semikonduktor

Baca juga: GM perpanjang pemangkasan produksi karena kelangkaan chip

Baca juga: Vw perkirakan krisis pasokan chip masih akan berlanjut

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021

BRI minta nasabah ganti ATM berteknologi Chip Card

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar