Vaksinasi COVID-19 di Indonesia capai 5.732.210 orang

Vaksinasi COVID-19 di Indonesia capai 5.732.210 orang

Petugas membantu pengisian formulir sebelum menyuntikkan vaksin COVID-19 AstraZeneca kepada santri Pondok Pesantren Lirboyo di Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa (23/3/2021). ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/rwa/pri.

Jakarta (ANTARA) - Vaksinasi COVID-19 di Indonesia telah mencapai 5.732.210 orang atau mengalami penambahan sebanyak 164.930 orang untuk penerimaan satu dosis suntikan vaksin pada 23 Maret 2021.

Berdasarkan data dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 yang diterima ANTARA  di Jakarta, Senin, vaksinasi COVID-19 dengan dosis penuh atau dua kali suntikan sudah dilakukan pada 2.494.422 orang atau bertambah 181.821 orang dibanding hari sebelumnya.

Baca juga: Khofifah ingatkan bupati/wali kota fasilitasi vaksinasi petugas masjid

Saat ini, pemerintah menargetkan sasaran vaksinasi COVID-19 sebanyak 40.349.051 orang.

Masyarakat yang sudah menerima vaksin termasuk diantaranya tenaga kesehatan, pejabat negara, pegawai pemerintah, petugas layanan publik, para lanjut usia (lansia), guru/dosen, tokoh agama, pedagang pasar, dan wartawan.

Baca juga: Kota Malang dapat tambahan 29 ribu dosis vaksin COVID-19

Sebelumnya, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan vaksinasi COVID-19 di Indonesia membutuhkan waktu sekitar 15 bulan yakni terhitung dari Januari 2021 hingga Maret 2022.

Vaksinasi selama 15 bulan tersebut bertujuan untuk menuntaskan Program Vaksinasi COVID-19 yang akan dilakukan di 34 provinsi dan mencapai total populasi sebesar 81,5 juta orang.

Baca juga: Lampung sediakan 753 pos vaksinasi COVID-19

Menurut dia, pelaksanaan vaksinasi COVID-19 selama 15 bulan akan berlangsung selama dua periode yakni periode pertama dari Januari hingga April 2021 dan akan memprioritaskan  kepada 1,3 juta tenaga kesehatan dan 17,4 juta petugas publik yang ada di 34 provinsi.

Periode kedua berlangsung dari April 2021 hingga Maret 2022 yang akan menjangkau jumlah masyarakat dari sisa periode pertama.

Pewarta: Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar